Nadiem Siapkan Tunjangan Khusus Guru Terdampak Banjir

CNN Indonesia | Senin, 06/01/2020 12:30 WIB
Nadiem Siapkan Tunjangan Khusus Guru Terdampak Banjir Mendikbud Nadiem Makarim kunjungi SDN 02 Cirimekar yang ambruk. (CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri)
Bogor, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengaku akan memberi tunjangan khusus bagi guru yang terdampak banjir. Soal bangunan sekolah yang terdampak bencana alam, pihaknya masih melakukan pendataan.

Hal ini dikatakannya saat mengunjungi SDN 02 Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (6/1) pagi. Atap sekolah tersebut diketahui ambruk diduga karena tak kuat menahan hujan deras, Rabu (1/1) pagi.

Pantauan CNNIndonesia di lokasi, Nadiem tiba pukul 09.47 WIB dengan didampingi Siti Choiriah, Kepala Sekolah SDN Cirimekar 02. Rombongan kemudian menilik beberapa ruang yang ambruk.


Nadiem juga berdiskusi dengan saksi mata ambruknya ruang sekolah, Marice Siahaan (63), warga yang rumahnya di belakang sekolah.

"Satu hal lagi yang juga menurut kami cukup penting, kami sudah berencana dan akan melakukan tunjangan khusus bagi para guru-guru yang terdampak banjir dan hujan dan badai ini, diberikan selama tiga bulan, karena menurut kami kesejahteraan guru sangat penting," tuturnya.

Salah satu bangunan SDN 02 Kelurahan Cirimekar yang ambruk akibat hujan deras.Salah satu bangunan SDN 02 Kelurahan Cirimekar yang ambruk akibat hujan deras. (CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri)
Meski begitu, ia belum memaparkan lebih jauh soal besaran dan guru di daerah mana saja yang mendapatkannya.

Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan survei dan sensus sambil berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang rehabilitasi sekolah. Fokusnya ada di daerah tertinggal.

"Terkait rehabilitasi sekolah juga kami akan berkoordinasi dengan melibatkan Pemda, BNPB dan Kementerian PUPR," ujar dia.

Pada kunjungan kali ini, mantan bos Gojek ini juga menyalurkan bantuan berupa 100 paket bantuan sekolah bagi siswa. Bentuknya, school kit, seragam sekolah, perlengkapan pramuka, alat tulis, 1 unit tenda kelas darurat 600 eksemplar buku belajar mandiri, 150 eksemplar materi esensial, sembako, serta 1.800 eksemplar buku cerita dan buku-buku lainnya.

"Agar cinta kepada membaca terus bisa terjalin," imbuh dia.

Saat ditanya perihal jumlah sekolah, siswa, serta guru yang terdampak bencana, Nadiem mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan.

[Gambas:Video CNN]
"Yang lebih penting bukan saya yang mengunjungi ya, yang penting bantauannya sampai," ujarnya terkekeh.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Harris Iskandar mengatakan pihaknya akan mengganti beberapa fasilitas yang mengalami kerusakan di beberapa sekolah terdampak bencana.

Kemendikbud pun akan akan melakukan pemulihan trauma bagi korban bencana.

"Rencana kita insyaallah, beberapa pegiat untuk trauma healing akan kita koordinasikan," ujarnya.

Diketahui, hujan deras sejak 31 Desember 2019 malam hingga 1 Januari 2020 mengakibatkan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), ribuan orang mengungsi, serta puluhan korban meninggal.

(khr/arh)