Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Gatot Sutanto mengaku telah menyiapkan rencana kasar pemindahan ratusan pohon itu. Perencanaan itu akan dibahas bersama kalangan aktivis lingkungan dan akademisi, khususnya dari fakultas pertanian, untuk disempurnakan.
"Kasarannya, mereka kita tantang, akademisi dan mahasiswa ini. Ayo kalian yang punya ilmu, sekarang saatnya diterapkan," katanya saat ditemui di Rumah Dinas Walikota Solo, Loji Gandrung, usai penandatanganan kontrak pembangunan Fly Over Purwosari, Rabu (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Jurug sudah banyak pohon tua yang mati sehingga perlu pengganti. Kemudian di PLTSa Putri Cempo memang dari awal di sana dialokasikan untuk ruang terbuka hijau. Sekarang belum ada pohon sama sekali," katanya.
Awalnya, Pemkot akan menebang pohon-pohon itu. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Solo, setiap penebangan satu pohon, Pemkot harus menanam 10 pohon pengganti. Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan opsi tersebut sebenarnya lebih mudah dilaksanakan. Namun ia menyayangkan pohon-pohon yang sudah tumbuh bertahun-tahun harus ditebang hanya karena proyek Fly Over.
"Eman-eman (sayang). Kita nunggu sebesar itu sampai puluhan tahun kok. Dan kalau dipindah begini kita tidak kena aturan yang harus mengganti sepuluh pohon itu. Karena ini tidak ditebang," katanya.
(agt/syd/agt)