Wahyu Setiawan Berperan Dongkrak Partisipasi Pemilu 2019

CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 10:15 WIB
Wahyu Setiawan Berperan Dongkrak Partisipasi Pemilu 2019 Komisioner KPU Wahyu Setiawan bertanggung jawab atas 81 persen partisipasi pemilih di Pemilu 2019. Pencapaian itu melampaui target 77,5 persen. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPUWahyu Setiawan terseret operasi tangkap tangan yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi atau OTT KPK di Jakarta, Rabu (8/1). Wahyu diciduk saat hendak menjalankan tugas dinas sosialisasi Pilkada Serentak 2020 di Bangka Belitung.

Saat ini Wahyu menjabat sebagai Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU. Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2019 menyebut Wahyu bertugas mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau, supervisi, dan evaluasi terkait dengan kebijakan terkait sosialisasi.

Pasal 14 ayat (2) PKPU itu merinci ada enam tugas pokok bagi pemangku jabatan tersebut. Pertama adalah sosialisasi kepemiluan seperti yang hendak ia lakukan bersama jajaran KPU di Bangka Belitung.

Kemudian Wahyu juga bertanggung jawab atas partisipasi masyarakat dan pendidikan pemilih. KPU menuai sanjungan terkait partisipasi pemilih di Pemilu 2019 yang mencapai angka 81 persen. Jumlah itu melampaui target sebesar 77,5 persen.


Wahyu juga mengemban tugas publikasi dan kehumasan terhadap kebijakan KPU. Selain itu, ia juga membawahi urusan kampanye pemilu dan pemilihan.

Ia sempat tersandung kasus pelanggaran etika pemilu soal jadwal kampanye. Kala itu, PSI diduga melanggar jadwal kampanye di media massa Jawa Pos.

Namun proses hukum dihentikan Bareskrim Polri karena Wahyu menyebut KPU belum mengeluarkan jadwal kampanye. Bawaslu melaporkan Wahyu ke DKPP karena pernyataan itu berbeda dengan saat pemeriksaan di Bawaslu. PSI pun lolos dari jerat hukum.

Dua tugas Wahyu lainnya adalah kerja sama antarlembaga dan pengelolaan dan penyediaan informasi publik.
[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, KPK menjerat seorang Komisioner KPU di dalam OTT di Jakarta, Rabu (8/1). Ketua KPK Firli Bahuri menyebut inisial WS Komisioner KPU yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Rabu (8/1).

Firli sebelumnya juga menyebut OTT hari ini terkait kasus suap. Akan tetapi dia tak merinci suap yang dimaksudnya.

Ketua KPU Arief Budiman menyebut kemungkinan Wahyu diamankan saat hendak terbang ke Bangka Belitung untuk sosialisasi Pilkada 2020. (dhf/gil)