Pesaing Mantu Jokowi di Pilwalkot Medan Marah di Pengadilan

CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 19:16 WIB
Pesaing Mantu Jokowi di Pilwalkot Medan Marah di Pengadilan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution marah-marah kepada wartawan yang meliput persidangan kasus dugaan suap (CNN Indonesia/ Farida)
Medan, CNN Indonesia -- Pelaksana tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution marah-marah kepada wartawan yang meliput persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dia merasa risih ketika ditanya mengapa hadir di pengadilan saat jam kerja.

Akhyar sendiri merupakan kader PDIP yang didukung akar rumput untuk maju di Pilwalkot Medan. Kader akar rumput tidak setuju jika PDIP mengusung mantu Presiden Jokowi, yakni Bobby Nasution.

Momen Akhyar marah kepada wartawan terjadi saat sidang kasus dugaan suap dengan terdakwa Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan Isa Ansyari, Kamis (9/1). Diketahui, kasus itu juga menjerat eks Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Edin.


Akhyar tampak hadir menyaksikan persidangan di kursi pengunjung.

Usai melihat proses persidangan, Akhyar keluar gedung pengadilan. Dia bermaksud kembali ke kantor Pemerintah Kota Medan yang tidak jauh dari pengadilan.

Wartawan lantas bertanya apa maksud kehadiran Akhyar. Akhyar, yang mengenakan kemeja kotak-kotak, mengaku hanya ingin memahami persidangan agar kasus serupa tidak menimpanya di kemudian hari.

"Aku cuma nengok saja, apa, jadi supaya jangan terjadi pada diriku. Kejadian ini jadi iktibar bagi diriku. Supaya aku jangan salah, ya aku kan juga harus belajar terhadap kesalahan ini ya kan," ujar Akhyar.

Namun, tiba-tiba Akhyar naik pitam. Dia seolah risih ketika ditanya wartawan mengapa dirinya datang ke pengadilan saat jam kerja.

"Kau kerja kan? artinya sama-sama kerja kita. Aku kan belajar juga supaya jangan salah aku. Ini bagian dari belajar kan, Iya jam kerja, kenapa kau tanya itu," ucap Akhyar dengan nada tinggi.
Akhyar lalu meninggalkan wartawan dari berbagai media massa yang mewawancarainya. Namun, meski baru beberapa langkah, Akhyar yang masih emosi kembali berbalik ke arah wartawan.

Sejumlah orang yang mendampingi Akhyar mencoba menenangkannya. Mereka juga mencoba menghalangi wartawan agar tidak mewawancarai Akhyar. Setelah itu, Akhyar berjalan tergesa-gesa meninggalkan wartawan.

Proses persidangan yang disaksikan Akhyar merupakan kasus dugaan suap di lingkungan Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara. Eks Wali Kota Medan Dzulmi Edin diduga turut terlibat.

Dia hadir di pengadilan sebagai saksi atas terdakwa Isa Ansyari yang merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan. Isa Ansyari didakwa memberi suap berkisar Rp530 juta kepada Tengku Dzulmi Eldin.
[Gambas:Video CNN]
Didukung Akar Rumput

Akhyar Nasution sendiri dikabarkan bakal mengikuti Pilwalkot Medan 2020. Akar rumput Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP seantero Kota Medan telah mendukungnya.

Mereka tidak mau PDIP mengusung Bobby Nasution sebagai bakal calon wali kota Medan. Menurut kader akar rumput, Akhyar sudah terbukti mampu bekerja dan dekat dengan masyarakat sehingga perlu diusung.

Ketua PAC PDIP Medan Johor mengklaim telah memberikan dukungan tertulis kader akar rumput kepada DPP PDIP di Jakarta.

Gumana juga mengklaim elektabilitas Akhyar Nasution juga tinggi. Bahkan melebihi Bobby Nasution.

"Saya kira dari lembaga survei, suara Akhyar lebih unggul dari calon-calon lain termasuk dari si Bobby (menantu Jokowi)," kata Gumana.

"Apabila DPP menghendaki sesuai dengan instruksi partai yaitu yang diutamakan kader partai, maka kami harap saudara Akhyar dicalonkan menjadi bakal calon Wali Kota Medan. Jadi ada 21 PAC PDIP, semuanya sudah sepakat mendukung," ucapnya di Medan, Selasa (7/2).

Mantu Jokowi, yakni Bobby Nasution sejauh ini masih belum mendapat kendaraan untuk maju sebagai bakal calon wali kota Medan. Dia masih mengikuti proses penjaringan di PDIP dan Golkar.
(fnr/bmw)