Polisi Periksa 10 Saksi Usut Bom Tas di Bengkulu

CNN Indonesia | Selasa, 14/01/2020 04:26 WIB
Polisi Periksa 10 Saksi Usut Bom Tas di Bengkulu Kabag Penum Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan kepolisian sudah mengumpulkan barang bukti dan telah memeriksa 10 orang saksi guna mengusut insiden bom tas di Desa Padang Serunai, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Bengkulu.

"Terdiri dari perangkat desa dan masyarakatnya, kemudian sudah mengumpulkan barang bukti terkait peristiwa ledakan tersebut," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/1).


Asep menuturkan sampai saat ini kepolisian masih memburu pelaku dan belum menetapkan tersangka terkait insiden itu.


Kendati begitu, Asep memastikan bahwa insiden tersebut tidak memiliki motif atau berkaitan dengan terorisme. Ledakan murni terkait gelaran pilkades setempat.

"Tersangka masih dalam penyelidikan tetapi motif jelas tidak terkait terorisme, dan dikaitkan pilkades di daerah itu," ujar Asep.

Sebelumnya, bom dalam tas yang meledak di Bengkulu diduga berkaitan dengan Pemilihan Kepala Desa Padang Serunai, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Bengkulu.

[Gambas:Video CNN]
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bengkulu Ajun Komisaris Besar Sudarno mengatakan bahwa proses Pilkades di Desa Padang Serunai memang sempat mengalami masalah beberapa waktu yang lalu.


Namun, masih banyak kemungkinan lain yang melatarbelakangi keberadaan bom di dalam tas yang meledak di depan rumah warga tersebut. Sudarno berkata polisi tengah mendalami seluruh kemungkinan tersebut.

"Memang sebelumnya ada permasalahan pemilihan kepala desa, namun kami masih dalami semua kemungkinan penyebab ledakan itu," kata Sudarno lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (11/1).

Bom yang berada di dalam tas meledak di depan rumah Kepala Desa Padang Serunai, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Bengkulu. Ledakan terdengar sekitar pukul 06.40 WIB, Sabtu (11/1). Insiden itu melukai seorang warga bernama Halidin yang merupakan ayah dari kepala desa. (dis/osc)