Djarot mengatakan bahwa upaya-upaya semacam ini memang sering digencarkan ketika PDIP sedang menggelar satu acara besar.
"Selalu ini kan framing untuk selalu ditujukan pada Pak Hasto yah. Framing betul, dan selalu setiap acara besar partai selalu ada framing begitu. Mulai ada kongres, rakernas, ada apa, maka ada yang katakan bahwa ini bentuk politisasi hukum," kata Djarot di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian berkata, "Kita juga enggak ngerti itu kan. Nah, hal-hal seperti ini berarti kan memang ada dugaan-dugaan yang mengarah untuk mem-framing dalam hal ini sekjen."
"Staf pak Sekjen itu, yang utama saya tau itu cuma dua staf melekat, itu namanya Muhammad Darwin, kalau sekretariat namanya Adi. Itulah staf Sekjen DPP PDI Perjuangan, Bapak Hasto Kristianto," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Meski begitu, saat ditanya kemungkinan Hasto dimintai klarifikasi terkait kasus tersebut oleh Dewan Kehormatan Partai, Djarot mengaku dalam waktu dekat hal itu bisa saja terjadi.
"Karena kita baru saja melakukan rakernas. Tentu nanti akan dimintai klarifikasi," kata dia.
Untuk saat ini, PDIP menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke KPK dan akan mengikuti semua prosedur yang berlaku.
"Makanya nanti prinsipnya kami hormati tugas dan wewenang KPK untuk melakukan penegakan hukum, wewenang yang dilakukan prosedur hukum yang berlaku, dan kita ikuti bersama-sama," katanya. (tst/has)