Demo Usai, Massa Pro dan Kontra Anies Membubarkan Diri

CNN Indonesia | Selasa, 14/01/2020 18:13 WIB
Demo Usai, Massa Pro dan Kontra Anies Membubarkan Diri Demo massa Jakarta Bergerak di Balai Kota, Selasa (14/1). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua kelompok yang berdemonstrasi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/1) membubarkan diri. Massa Jakarta Bergerak yang menuntut Gubernur DKI Anies Baswedan mundur, lebih dulu membubarkan diri. Kemudian disusul massa dari massa dari Bang Japar dan beberapa ormas lain yang berdemo untuk mengawal Anies.

Pantauan CNNIndonesia.com, sekitar pukul 16.30 WIB, massa Jakarta Bergerak membubarkan diri ke arah Monas. Setelahnya, massa dari Bang Japar dan ormas lainnya yang berada di Balai Kota juga turut membubarkan diri. Lalu lintas yang sebelumnya sedikit tersendat mulai lancar kembali.

Massa Jakarta Bergerak menggelar demonstrasi terkait kinerja Gubernur Anies Baswedan selama beberapa tahun ini. Mereka yang kalah jumlah dari massa pro Anies, sempat melakukan orasi di depan Balai Kota, namun kemudian dipindahkan ke Patung Kuda Arjuna Wiwaha.


Koordinator Aksi, Sisca Rumondor mengatakan pihaknya datang ke Balai Kota DKI Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait ketidakbecusan Anies Baswedan dalam memimpin Jakarta dalam dua tahun ini.

"Bukan hanya musibah banjir, namun selama dua tahun menjabat di Jakarta, kami melihat apa yang dikerjakan tidak membawa kesejahteraan kepada warganya, terlebih dengan musibah banjir kemarin," kata dia, Selasa (13/1).

Menurut Sisca, kinerja Anies selama dua tahun ini lebih banyak janji yang tidak terealisasi dan hanya menjual retorika kata-kata.

"Kalau mau dikupas, banyak sekali. Kami bukan mau merinci. Misalnya pelebaran trotoar, ada yang ukuran sekian, malah mengganggu pihak yang lain. Mengakibatkan kemacetan. Terus trek sepeda di Jakarta, hari gini kan jarang yang naik sepeda, akhirnya yang rugi motor," ujar dia.

[Gambas:Video CNN]
Sementara menurut Koordinator Lapangan Bang Japar, Musa Marasabessy kedatangan mereka untuk mengawal Anies.

Ia menyebut beberapa minggu belakangan ini beredar luas undangan yang mengajak untuk menurunkan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI, karena dinilai Anies tidak bisa mengurusi Banjir yang melanda wilayah Jakarta.

"Mereka lupa sebelum Anies menjabat, banjir sudah melanda Jakarta ini berapa puluh tahun yang lalu," ucap dia. (yoa/wis)