Surabaya Banjir, Pemkot Salahkan Sumbatan Sampah Pertokoan

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 21:22 WIB
Pemkot mengatakan tumpukan sampah di pertokoan turut memicu penyumbatan saluran air sehingga berbuntut banjir Surabaya. Pemkot mengatakan tumpukan sampah di pertokoan turut memicu penyumbatan saluran air sehingga berbuntut banjir Surabaya. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya, CNN Indonesia -- Hujan yang menerpa Kota Surabaya, mengakibatkan sejumlah wilayah dan jalan di Kota Pahlawan mengalami banjir. Salah satu wilayah terdampak parah akibat banjir Surabaya adalah Jalan Mayjen Sungkono.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya Eddy Christyanto, mengatakan banjir di wilayah itu disebabkan karena tumpukan sampah yang menyumbat saluran pembuangan air.

"Di pintu (pembuangan) air, luar biasa sampahnya, sampah botol, kayu, plastik banyak sekali. Itu salah satu penyebabnya. Kayunya besar-besar," kata Eddy, ditemui di lokasi, Rabu (15/1).

Eddy mengatakan sampah-sampah tersebut berasal dari para pengelola toko yang berada di komplek ruko. Ia menyebutkan sumbatan sampah itu pun merupakan tanggung jawab pihak ruko dan bukan Pemkot Surabaya.


"Setelah saya cek di Vida (salah satu toko) ini pengelola ruko pengelolaan sampahnya perlu dievaluasi. Itu wewenang swasta bukan kita," kata dia.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi pusat banjir terletak di komplek pertokoan atau Ruko Darmo Park II, dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

Air dari situ bahkan meluber hingga ke badan Jalan Mayjen Sungkono dengan ketinggian mencapai 20-30 sentimeter dan radius genangan meluas hingga 100-200 meter. Akibatnya sejumlah kendaraan yang melintas pun mogok.

Selain Jalan Mayjen Sungkono, Eddy mengatakan BPB Linmas Kota Surabaya juga tengah meninjau banjir yang terjadi di Jalan Villa Bukit Mas Surabaya.

"Villa Bukit Mas sekitar 50 centimeter," ujarnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, jalan yang terendam banjir selain Jalan Mayjen Sungkono, adalah Jalan Adityawarman, Jalan Hayamwuruk, Jalan Indragiri, Jalan Wonokromo, Jalan Mojopahit, Surabaya.

Hinga kini, Eddy mengatakan pihaknya belum menerima laporan apakah banjir mulai menggenangi rumah warga. Ia mengimbau warga untuk tetap tenang sekaligus berwaspada.

(frd/gil)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK