"Berdasarkan hasil keputusan DPR juga pansus makanya disampaikan lagi mengingatkan lagi bahwa pansus 2001 menyatakan itu (bukan HAM berat)," kata Hari kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jumat (17/1).
Hari menjelaskan bahwa Burhanuddin sudah memiliki pegangan sebelum menjawab pertanyaan dalam rapat bersama Komisi III DPR RI tersebut dan kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa Semanggi I dan II bukan masuk kategori pelanggaran HAM berat. Ia beranggapan bahwa perbedaan pendapat antara pansus dan juga Komnas HAM merupakan hal yang sah terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Sebagai informasi, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa peristiwa Semanggi I dan Semanggi II yang terjadi pada 1998 lalu bukan termasuk pelanggaran HAM berat.
Hal itu ia katakan berdasarkan hasil Rapat Paripurna DPR yang menyatakan dua kasus tersebut bukan merupakan pelanggaran HAM berat.
Hasil penyelidikan Komnas HAM menyimpulkan dalam kasus Semanggi I, II dan Trisakti telah terjadi praktik Kejahatan Terhadap Kemanusiaan (Crime Against Humanity) yakni praktik pembunuhan, perbuatan tidak berperikemanusiaan yang berlangsung secara sistematik, meluas dan ditujukan pada warga sipil.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi