Fadli soal LPG 3 Kg: Cuma Naikkan Harga Tak Usah Pakai Otak

CNN Indonesia | Senin, 20/01/2020 23:48 WIB
Fadli soal LPG 3 Kg: Cuma Naikkan Harga Tak Usah Pakai Otak Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik keras pemerintah yang mewacanakan kenaikan harga LPG 3 kilogram. Politikus Partai Gerindra itu meminta pemerintah lebih cerdas dan kreatif dalam mengambil kebijakan.

Menurut dia, cara terbaik menghadapi inflasi bukan hanya soal menaikkan harga atau menghilangkan subsidi.

"Cuma naikkan harga doang mah itu nggak usah pakai otak yah. Saya kira itu cara yang paling primitif yang dilakukan. Nggak usah sekolah lah kalau cuma untuk naikkan harga," kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/1).


Fadli juga menyebut pemerintah harus mengkaji ulang wacana tersebut karena berimbas pada kenaikan harga kebutuhan pokok yang lain. Sebab subsidi yang selama ini ditetapkan untuk LPG 3 kg merupakan hak rakyat.

"Jadi baiknya itu ditinjau ulang. Kalau harus disubsidi, ya disubsidi, itu kan bagian hak rakyat," kata dia.

Lebih jauh Fadli juga menilai wacana menaikkan harga LPG 3 kg merupakan bentuk pengkhianatan kepada rakyat. Padahal cita-cita agar rakyat diberi kemudahan selalu menjadi gombalan dari pemerintah yang selalu disampaikan saat kampanye Pemilu 2019 kemarin.

"Jelas menyengsarakan rakyat. Jelas mengkhianati cita-cita kemudahan untuk masyarakat dengan segala gombalannya ketika Pemilu," ujarnya.

Sebagai informasi, pemerintah berencana mengubah penyaluran subsidi LPG 3 kg dari yang saat ini dilakukan secara terbuka menjadi tertutup mulai semester II 2020 mendatang. Dengan perubahan tersebut nantinya subsidi yang selama ini disalurkan dalam bentuk harga LPG murah akan diubah menjadi langsung diberikan ke masyarakat miskin.

[Gambas:Video CNN]

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, dilansir Antara, Rabu (15/1) mengatakan dengan perubahan skema penyaluran ini, nantinya harga LPG 3 kg akan naik. Pasalnya, harga akan disesuaikan dengan pasar, seperti elpiji 12 kg.

"Elpiji 12 kg, tinggal dibagi 3 atau 4 saja. Nanti kita lihat," imbuh Djoko.

Ia mengungkapkan ada beberapa skema yang saat ini sedang digodok pemerintah untuk mengubah mekanisme penyaluran subsidi LPG 3 kg tersebut. Salah satunya menggunakan kartu atau barcode yang terhubung dengan perbankan.

"Uji coba di beberapa tempat pakai kartu, Pertamina pakai QR Code. Nanti yang beli LPG 3 kg langsung terekam. Misal, beli 3 tabung gas melon Rp100 ribu, nanti langsung transfer ke QR ini. Data sudah ada, kebijakan seperti apa belum diputuskan," jelas Djoko. (tst/osc)