"(Dugaan bullying) sedang diusut," kata Heri kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/1).
Heri menyebut pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dalam rangka mengusut kasus tersebut. Namun, Heri enggan membeberkan apakah teman korban juga dimintai keterangan terkait kasus itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heri mengatakan, mulanya insiden itu dianggap kecelakaan biasa sehingga tak ada yang melaporkan ke kepolisian.
[Gambas:Video CNN]
Heri menuturkan setelah pihaknya menerima laporan langsung dilakukan penyelidikan. Hasilnya, ada indikasi SN tidak mengalami kecelakaan atau terjatuh dari lantai empat, melainkan diduga lompat bunuh diri.
"Setelah kita lakukan penyelidikan ternyata memang ada indikasi melakukan bunuh diri. Cuma motifnya apa, ini sedang kita selidiki," ujarnya.
Sementara itu, terpisah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) belum menemukan alasan perundungan dari kasus bunuh diri SN.
"Lebih ke alasan kondisi keluarga," kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (21/1).
Siwa SN, kata Retno, dikenal sebagai siswi kebanyakan, punya teman dan kelompok bermain. Artinya, Retno menyebut sosok SN bukan siswi yang kerap menyendiri, objek perundungan, atau siswa yang dikenal anti-sosial.
(dis/ain)