"Selamat datang kekonyolan, percayalah korupsi tak akan bisa kau habisi dengan ribuan piring dari nasi gorenganmu karena yang perlu kau 'goreng' hingga gosong, hangus dan 'kering kerontang' adalah para koruptor, bukan nasi," ujar BW melalui pesan tertulis, Selasa (21/1).
Acara Silaturahmi Pimpinan KPK dengan Dewan Pengawas, Pejabat Struktural dan Awak Media dihelat di Gedung Penunjang KPK, Senin malam (21/1). Firli mempertontonkan keahliannya memasak nasi goreng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BW berpendapat seharusnya yang dilakukan pimpinan KPK periode ini, khususnya Firli adalah mengolah ramuan antikorupsi yang berisikan program strategis dalam menghadapi pelaku korupsi.
Berita yang dimaksud memuat kabar penyelidik dan penyidik KPK sempat dipersulit sejumlah pihak dalam menangani kasus yang menjerat eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan dan politikus PDI Perjuangan, Harun Masiku.
"Para penyelidik dan penyidik itu yang harus dibela, bukan disuguhi perilaku selebrasi naif yang tak penting sama sekali," pungkas dia.
"Ketua KPK, hari ini tugas utamamu adalah menyalakan nyali KPK untuk lawan koruptor dan bukan malah mematikan elan izzah insan KPK dihadapan koruptor; sang musuh abadi kehidupan," ujarnya lagi.
Sementara itu, peneliti ICW Kurnia Ramadhana menuturkan sebaiknya Firli menghindari kegiatan yang bersifat ceremonial. Ia meminta Firli menjelaskan polemik yang terjadi terkait dengan penggeledahan kantor PDIP dalam perkara yang sedang ditangani.
"Untuk itu acara yang bersifat ceremonial tersebut baiknya dihindari di saat kondisi seperti ini," tutur Kurnia melalui keterangan tertulis.