Menengok Proyek Revitalisasi Monas yang Tebang 190 Pohon

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 11:04 WIB
Menengok Proyek Revitalisasi Monas yang Tebang 190 Pohon Proyek pengerjaan revitalisasi Monumen Nasional sudah berjalan dan dikerjakan di Selatan kawasan Monas, Jakarta, Selasa (21/1). (CNN Indonesia/Michael Josua Stefanus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menebang sekitar 190 pohon di sisi selatan kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat. Pemprov menyebut penebangan tersebut merupakan bagian dari revitalisasi dan menepis kabar 'penggundulan' yang dituding demi gelaran Formula E.

Pantauan CNNIndonesia.com, Selasa (21/1), pengerjaan proyek di titik tersebut bersifat tertutup. Seng setinggi tiga meter menutup lokasi proyek. Di beberapa dinding seng tersebut, terlapis banner proyeksi pembenahan daerah tersebut.

Lokasi yang direvitalisasi, dalam banner tersebut, dijelaskan akan diubah menjadi Plaza Selatan Monas dan juga Kolam Pantulan Bayangan. Disematkan juga area duduk berbentuk semi amphitheater atau bertangga.


Namun, belum terlihat jelas bagaimana kolam tersebut akan dibangun dan dioperasikan nantinya. Hanya saja, beberapa kerangka area duduk berundak sudah mulai terlihat, mengitari area kolam.
Menengok Wajah Baru Sisi Monas Usai Penebangan 190 PohonRevitalisasi sisi selatan Monas. (CNN Indonesia/Michael Josua Stefanus)

"Kurang tahu akan dibuat apa. Tapi pohon-pohon (yang ditebang) sepertinya sudah dipindahkan. Ada yang ke area Barat, Timur. Sesuai wilayah yang kurang saja," kata salah seorang petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/1).

Sang petugas keamanan pun tak dapat merinci proses pemindahan pohon-pohon tersebut lantaran tidak berada di lokasi saat proyek mulai dikerjakan. Beberapa petugas lain pun bersuara sama.

Proyek revitalisasi itu mulai terlihat pengerjaannya di wilayah Selatan dari ikon ibu kota tersebut. Tepatnya, pengerjaan proyek dilakukan di sebelah lapangan parkir IRTI Monas atau sebrang Balai Kota DKI Jakarta.

Sudah tidak terlihat pohon-pohon besar di sekitar proyek pengerjaan tersebut. Beberapa area dengan rumput pun mulai ditutupi semen. Di tengah kawasan itu, terlihat kerangka bangunan yang menjulang ke atas.

[Gambas:Video CNN]

CNNIndonesia.com masih mencoba menghubungi Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto untuk meminta informasi lebih lanjut. Belum ada kerangka utuh bagaimana nasib sisi selatan Monas itu akan disulap.

Sebelumnya, Heru hanya menjelaskan bahwa rencana revitalisasi Monas sudah dilakukan sebelum perencanaan perhelatan Formula E.

"Itu (penebangan) semua dirancang sebelum formula E. Kebetulan formula E ada. Kebetulan saatnya hampir bersamaan," kata Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/1).

Heru menjelaskan bahwa revitalisasi Monas sudah dimulai pekerjaannya 20 November 2019 dengan masa kerja 50 hari. Namun karena belum selesai, pengerjaan dilanjutkan di tahun 2020.

Heru memastikan seluruh kontrak berjalan dengan lancar. Para kontraktor yang menang sudah melalui proses tender di Badan Pengadaan Barang dan Jasa DKI Jakarta dan sudah memiliki kajian akademis yang disayembarakan kepada publik.

(mjo/ain)