Wiranto Jawab Tudingan Kivlan Zen: Ada Proses Peradilan

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 18:31 WIB
Wiranto Jawab Tudingan Kivlan Zen: Ada Proses Peradilan Kivlan Zen sebelum sidang di PN Jakarta Pusat, Rabu (22/1). (CNN Indonesia/ Ryan Hadi Suhendra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menanggapi santai tudingan terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen terkait rekayasa kasus. Wiranto menyebut saat ini kasus yang menjerat Kivlan sudah bergulir di peradilan.

"Sudah ada prosesnya, sudah ada penyidikannya, sudah ada berita acaranya, sudah ada proses peradilan. Kita tunggu aja, saya nunggu saja," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1).

Pria yang kini menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu mengaku tak bisa mencampuri proses hukum Kivlan yang tengah berjalan. Mantan Panglima ABRI (kini TNI) itu pun menyerahkan semuanya kepada proses di peradilan.


"Kan sekarang itu sudah ada proses peradilan, kami tidak bisa mencampuri urusan peradilan," ujarnya.

Sebelumnya, Kivlan kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hari ini. Kivlan tampak mengenakan pakaian serba hijau dengan baret seperti prajurit TNI.

Kivlan menjelaskan pakaian yang dikenakannya adalah seragam purnawirawan. Nametag di seragam itu bertuliskan Kivlan Zen. Terdapat lencana bintang dua di bahu kiri dan kanannya sebagai tanda purnawirawan TNI AD itu berpangkat Mayor Jenderal.

[Gambas:Video CNN]
Ia menjelaskan maksud mengenakan seragam tersebut pada sidang hari ini adalah untuk melawan pihak yang telah merekayasa kasus yang menjeratnya.

"Saya memakai ini karena saya direkayasa oleh Wiranto, Luhut, Tito, oleh semua pejabat negara merekayasa," ujarnya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (22/1).

Kivlan menambahkan, kondisinya saat ini belum dalam keadaan sehat. Kendati begitu mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu tetap ingin proses sidang berjalan.

"Belum sehat tetapi karena kehormatan dan harga diri saya sehat," tuturnya. (fra/osc)