"Beredar infonya minta maaf. Yang pertama kami mengapresiasi permintaan maaf Pak Yasonna. Biasa orang minta maaf, kita maafkan," kata Koordinator Aksi, Kemal Abubakar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (23/1).
Ia mengatakan pihaknya juga akan menyambut baik rencana Yasonna yang ingin mencari waktu untuk bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat Tanjung Priok. Kemal berharap rencana Yasonna itu tidak sekedar di mulut saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ia tidak bisa memastikan warga tidak akan kembali berunjuk rasa meski Yasonna sudah meminta maaf. Menurutnya, masih ada sebagian kelompok yang ingin bertemu langsung dengan menteri kader PDIP tersebut.
Warga Tanjung Priok tersinggung dengan ucapan Yasonna Laoly ketika berkunjung ke Lapas Narkotika Kelas IIA, Jatinegara, Jakarta pada 16 Januari lalu.
Kala itu, Yasonna menyebut kejahatan lebih banyak terjadi di daerah miskin seperti Tanjung Priok.
Warga Tanjung Priok saat berdemo di kantor Kemenkumham. (CNN Indonesia/ Safir Makki) |
"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," kata Yasonna.
Sebagian warga Tanjung Priok tidak terima. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kemenkumham, Jakarta, 22 Januari. Mereka menuntut Yasonna menarik ucapannya soal Tanjung Priok.
Kader senior PDIP itu lalu menggelar konferensi pers. Dia menyampaikan permohonan maaf jika ucapannya mengandung makna negatif bagi warga Tanjung Priok.
"Kemudian ternyata berkembang penafsiran yang berbeda di media massa dan publik luas sehingga saudara-saudara saya yang ada di Tanjung Priok merasa tersinggung, maka saya menyampaikan permohonan maaf," kata Yasonna di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu (22/1/2020).
"Saya berharap setelah konferensi pers ini kita dapat kembali menyatukan hati dan diri kita sesama anak bangsa untuk membangun bangsa ini," tambahnya.
Warga Tanjung Priok saat berdemo di kantor Kemenkumham. (CNN Indonesia/ Safir Makki)