Polri Anggap Eks Ketua KPK Kompeten Jadi Penasihat Kapolri

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 01:50 WIB
Polri Anggap Eks Ketua KPK Kompeten Jadi Penasihat Kapolri Polri menilai eks Ketua KPK Agus Rahardjo memiliki kecakapan dan kepintaran menjadi penasihat Kapolri di bidang penanganan korupsi. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan mantan Ketua KPK Agus Rahardjo dipilih menjadi penasihat Kapolri Jenderal Idham Azis karena dianggap cakap dalam bidang pemberantasan korupsi. Dari 17 penasihat Kapolri, Agus memang diplot di bidang penanganan korupsi.

"Agus dipilih karena kepintaran, kecakapan dan kompetensinya di bidang korupsi," kata Argo di Mabes Polri, Kamis (23/1).

Argo mengatakan dengan diangkat sebagai penasihat Kapolri, maka Agus diharapkan dapat membantu kepolisian melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia.


"Dengan harapan dapat membantu dalam pemikiran Kapolri dan memberikan masukan-masukan yang berkaitan dengan penanganan korupsi baik internal maupun eksternal," tuturnya.

Penunjukan Agus tercantum dalam Keputusan Kapolri Nomor: Kep/117/I/2020 tentang Pengukuhan, Pemberhentian dari, dan Pengangkatan Salam Jabatan Penasihat Ahli Kapolri. Surat itu tertanggal 21 Januari 2020.

Selain Agus ada sejumlah nama lainnya. Total 17 orang dari berbagai latar belakang yang diangkat jadi penasihat Kapolri.

Eks Ketua KPK Agus Rahardjo menjadi penasihat bidang penanganan korupsi. Kemudian, Indriyanto Seno Adji sebagai penasihat bidang hukum.

[Gambas:Video CNN]
Hendardi, Nur Kholis, dan Ifdhal Kasim sebagai penasihat bidang HAM. Sementara Refly Harun penasihat bidang tata negara.

Peneliti senior LIPI, Indria Samego dipercaya menjadi penasihat bidang ilmu politik. Chaerul Huda di bidang hukum pidana.

Diikuti Fachri Aly bidang sosiologi dan pengajar Universitas Padjadjaran Muradi sebagai penasihat bidang keamanan dan politik. Hermawan Sulistyo juga kembali dipilih sebagai penasihat bidang politik.

Sisno Adiwinoto didapuk sebagai penasihat bidang ilmu kepolisian, Adi Indriyanto bidang informasi teknologi, Fahmi Alamsyah bidang komunikasi publik.

Kemudian Wildan Syafitri penasihat bidang ekonomi, Andy Soebjakto Molanggato bidang pergerakan kepemudaan, dan Rustika Herlambang bidang media sosial. (dis/osc)