Warga Terdampak Banjir di Bandung Barat Capai 60 Ribu Jiwa

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 05:31 WIB
Warga Terdampak Banjir di Bandung Barat Capai 60 Ribu Jiwa Banjir di Bandung. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi).
Bandung, CNN Indonesia -- Banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sejak Kamis (23/1) hingga Minggu (26/1) malam belum surut. BPBD Jawa Barat mencatat, sebanyak 60.055 jiwa terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Raya yang berakibat meluapnya Sungai Citarum.

"Jumlah warga terdampak banjir di lima kecamatan yaitu Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang, dan Kecamatan Rancaekek mencapai N," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Jawa Barat Budi Budiman Wahyu, Minggu (26/1) malam.

Dari sisi materil, banjir di Kabupaten Bandung juga terus bertambah. Jumlah rumah dan fasilitas umum yang terendam banjir yakni 10.772 unit rumah, 411 sekolah, 57 tempat ibadah, dan 18 fasilitas umum.


Untuk jumlah pengungsi dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, dan Kecamatan Bojongsoang mencapai 1.228 KK atau 3.395 jiwa. Termasuk 169 Lansia, 139 balita, 26 ibu hamil, lima ibu menyusui dan satu disabilitas.


Rinciannya, pengungsi di Kecamatan Baleendah ditempatkan di beberapa titik, antara lain RW 01 Parunghalang Gedung Shelter, RW 03 Ciodeng-Darul Iqro, SDN Cibadak, RW 05 Cibadak Kantor RW, Masjid Al-Barokah dan Gedung Inkanas. Jumlah pengungsi 95 KK atau 331 jiwa.

Kemudian Pengungsi di Kecamatan Dayeuhkolot ditempatkan di selter Desa Dayeuhkolot dengan jumlah 113 KK atau 364 Jiwa.

Adapun pengungsi di Kecamatan Bojongsoang difokuskan di titik pengungsian Desa Tegalluar, Masjid Almunawaroh, aula kantor Desa Tegalluar dan ruko counter cellular, bale rumah kepala desa, Masjid As Salam, Masjid An Nawa, Masjid Al Murqin, barak dan Madrasah Al Munyiddin Masjid Ar Rohman, Masjid Al Mutaqin, Masjid Baitul Muttaqin, dan Masjid An Nur. Jumlah pengungsi 1.080 KK atau 2.700 jiwa.


Budi mengatakan kondisi terkini di Jalan Andir-Katapang masih tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

"Untuk logistik di empat kecamatan sudah disalurkan mie instan 35 dus, air mineral 50 dus, selimut 78 lembar, sembako 50 paket dan matras 59 lembar," ujar Budi.

[Gambas:Video CNN]

(hyg/osc)