Soal Harun Masiku, Demokrat-PDIP Debat di Depan Pimpinan KPK

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 17:38 WIB
Fraksi PDIP tak terima ketika fraksi Demokrat menyebut frasa 'partai penguasa' saat membahas kasus Harun Masiku bersama KPK di Komisi III DPR. Anggota Komisi III DPR fraksi PDIP Trimedya Panjaitan tak terima dengan penggunaan frasa 'partai penguasa' saat rapat bersama KPK (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Trimedya Panjaitan keberatan dengan pernyataan rekan satu komisinya dari Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman ihwal kasus Harun Masiku saat rapat kerja bersama komisioner KPK.

Mulanya, Benny meminta kepada Komisioner KPK yang hadir dalam rapat agar lekasi menangkap Harun. Benny yakin KPK sudah tahu di mana keberadaan Harun Masiku namun sengaja tak kunjung menangkapnya.

Kader senior Demokrat itu lalu mengatakan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk membuktikan bahwa KPK benar-benar independen. Tentu dengan cara menangkap Harun Masiku, yang merupakan kader PDIP, selekas mungkin.


"Jangan ada kesan Masiku dan partai penguasa lalu KPK lumpuh, ini adalah momentum KPK punya otonomi atau tidak, di bawah tekanan penguasa atau tidak, tutur Benny dalam rapat kerja Komisi III dengan KPK di DPR, Jakarta, Senin (27/8).

Benny juga menyebut Komisioner KPK saat ini menghadapi tembok kekuasaan dalam menangani kasus yang menjerat Harun Masiku. Namun, ia mengingatkan bahwa selama ini KPK mampu mengungkap kasus meski ada rintangan yang berat.

"Saya tahu Bapak menghadapi tembok kekuasaan, itu Bapak tidak usah sembunyi. Pimpinan KPK yang lain juga sama. Tapi cobalah dulu pimpinan KPK, tembok kayak apapun di depan bisa ditembus, masa tembok Masiku saja tidak bisa," kata Benny.

Wakil Ketua Komisi III dari fraksi Gerindra Desmond Mahesa turut bertanya. Dia ingin tahu siapa yang membocorkan agenda penggeledahan petugas KPK ke kantor DPP PDIP 9 Januari lalu.

"Pada saat melakukan tindakan di kantor PDIP, ini siapa yang membocorkan? Ini sumber berita awalnya. Jadi siapa yang memainkan ini, kalau saya melihat objektif, ini yang membuat gaduh awal," ucap Desmond.
Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat Benny K. Harman berdebat dengan politikus PDIP saat rapat bersama KPKAnggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat Benny K. Harman berdebat dengan politikus PDIP saat rapat bersama KPK (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Trimedya tidak terima dengan ucapan Benny. Dia menyatakan keberatannya kepada pimpinan rapat.

"Kita boleh kejar orangnya, tapi tolong jangan sebut (partai penguasa). Jadi melalui pimpinan, kami keberatan dengan sikap Benny sampai sebut seperti itu," kata Trimedya.

Benny tak diam dengan tanggapan Trimedya tersebut. Dia membantah telah menyebut frasa 'partai penguasa' kepada Komisioner KPK.

Benny mengaku frasa yang dia sampaikan adalah 'partai yang sedang berkuasa. Dengan begitu, menurut Benny, bukan hanya PDIP.

Benny justru menuding Wakil Ketua Komisi III fraksi Gerindra Desmond Mahesa yang jelas-jelas menuding dugaan keterkaitan PDIP secara gamblang dan tersurat. Bukan dirinya.

"Saya bilang partai yang berkuasa, yang berkuasa kan tidak hanya PDIP. Anda punya kesimpulan itu, yang menyebut PDIP eksplisit adalah ketua, bukan saya," kata Benny ke Trimedya.

Trimedya lalu ingin menyudahi perdebatan tersebut. Dia meminta kepada pimpinan agar rapat dihentikan sementara. Trimedya juga ingin mengajukan pertanyaan sebelum rapat dihentikan.

"Kami nanti Poksi (kelompok fraksi) PDIP ada pertemuan jam 14.00 WIB, sehingga kalau diizinkan saya sampaikan pertanyaan saja," kata Trimedya.

Desmond, selaku pimpinan rapat, mempersilakan Trimedya. Rapat kemudian dihentikan sementara.
(mts/bmw)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK