Observasi Suspect Corona, RSHS Diagnosis Dua Pasien ISPA

CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 04:13 WIB
Observasi Suspect Corona, RSHS Diagnosis Dua Pasien ISPA Ketua Tim Infeksi Khusus RSHS Bandung Yovita Hartantri, di Bandung, Selasa (28/1). (CNN Indonesia/Huyogo)
Bandung, CNN Indonesia -- Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung belum bisa memastikan status dua pasien yang sedang mereka observasi terkait wabah Virus Corona. Namun, kondisi kedua pasien itu disebut membaik dengan diagnosis infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Diketahui, pada Minggu (26/1), RSHS Bandung merawat dua pasien yang dirujuk dari rumah sakit lain karena mengalami berbagai keluhan. Kedua pasien berada di ruang isolasi Ruangan Infeksi Khusus Kemuning (RIKK) RSHS Bandung untuk menjalani perawatan.

Pasien pertama seorang laki-laki warga negara asing (WNA) asal China. Hasil observasi pasien ini mengalami infeksi pernapasan atas akut.

Kemudian, pasien kedua merupakan warga Bandung yang sebelumnya pernah melakukan perjalanan ke Singapura. Hasil observasi dokter RSHS menyimpulkan pasien didiagnosis mengalami infeksi saluran pernapasan bawah akut.

"Jadi tadi pagi kami sudah melakukan pertemuan klinis dan melihat pasiennya di RIKK. Kondisi terakhir pasien pertama dari China dalam kondisi baik. Jadi pagi ini sudah tidak ada keluhan baik demam maupun nyeri menelan juga sudah tidak ada," kata Ketua Tim Infeksi Khusus RSHS Bandung Yovita Hartantri di Bandung, Selasa (28/1).

[Gambas:Video CNN]
Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter tim, pasien asal Tiongkok itu tidak ditemukan keluhan lain. Hasil laboratorium pasien juga baik.

"Mengenai hasil sampel pasien ini belum kami terima sampai tadi siang jam 11 dari Litbangkes. Begitu juga pasien yang kedua kami belum mendapatkan hasilnya," ujar dia.

Yovita mengaku belum tahu teknis pemeriksaan sampel yang dilakukan Litbangkes Kementerian Kesehatan. Namun yang pasti pihaknya sudah mengirimkan spesimen dari hidung dan tenggorokan.

"Di sana akan dicek dulu dan ada tahapan-tahapannya hingga dipastikan ini termasuk Novel Corona [Virus] atau tidak," ujarnya.

Sementara, pasien kedua yang merupakan WNI juga dalam kondisi stabil meski masih dipasang alat bantu pernapasan.

"Kondisi pasien sekarang sudah sadar, ada kontak, lalu dengan kondisi tekanan darah, pernapasan dan tidak ada demam. Hasil pemeriksaan lab juga sudah menunjukkan ke arah perbaikan," ucap Yovita.




(hyg/arh)