Cegah Virus Corona, Kemenkes Siapkan 3 RS di Jakarta

CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 02:09 WIB
Cegah Virus Corona, Kemenkes Siapkan 3 RS di Jakarta Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto. (CNN Indonesia/Melani Putri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan menyiapkan tiga rumah sakit di Jakarta untuk mengisolasi pasien terduga virus corona. Ketiga rumah sakit itu yakni RS Sulianti Suroso, RSPAD Gatot Subroto, dan RSUP Persahabatan.

"Kemenkes jelas menyiapkan lokasi yang mau dipakai. Di Jakarta ya kita siapkan tiga rumah sakit," ujar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/1).

Ketiga rumah sakit itu disebut Terawan memiliki ruang bertekanan negatif dan gedung untuk isolasi. Satu gedung bisa mengisolasi 100-200 orang.


Selama di rumah sakit, pasien akan diberi asupan yang baik untuk meningkatkan ketahanan tubuhnya. Dengan begitu, kata dia, pasien tak mudah tertular penyakit.

"Ya jelas perawatan di RS nomor satu itu isolasi. Yang kedua, tingkatkan ketahanan tubuhnya. Diberi asupan yang baik. Itu teknik dokter untuk meningkatkan kemampuan supaya dia sehat imunitasnya bisa melawan virusnya," katanya.
Terawan mengingatkan agar masyarakat dapat menjalankan gaya hidup sehat untuk mencegah penyebaran virus corona. Upaya itu dapat dilakukan dengan makan cukup istirahat cukup untuk menjaga imunitas tubuh.

"Jangan lembur terus ya nanti imunitas turun. Olahraga juga secukupnya, jangan berlebihan sampai capek teler juga ndak baik. Jadi semuanya harus terukur, jaga imunitas kita untuk siap melawan virus," tuturnya.

RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Pusat Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Sumatra selatan menyiapkan dua ruang isolasi untuk mengantisipasi pasien yang terindikasi virus corona.

Direktur Utama RSMH Palembang, Mohammad Syahril mengatakan seluruh rumah sakit di Indonesia termasuk RSMH sudah bersiaga untuk mengantisipasi penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

"RSMH menyiapkan ruang khusus hingga status siaganya dihentikan oleh pemerintah pusat," ujar Syahril, Selasa (28/1).

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, pihaknya pun menyiapkan 30 petugas medis berbagai macam ahli yang ditugaskan di ruang isolasi untuk merawat para pasien yang terduga tertular virus corona. Dirinya berujar, pencegahan awal dilakukan melalui pemeriksaan turis dan WNI yang baru tiba di bandara atau pelabuhan internasional.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru mengimbau kepada warga Sumsel untuk berhati-hati dalam berpergian ke sejumlah negara terjangkit demi meminimalisir penyebaran virus corona.

Dirinya pun mengingatkan kepada petugas kesehatan di bandara dan pelabuhan untuk memeriksa WNA maupun WNI yang datang dari luar negeri dengan teliti mengingat virus ini belum ada obatnya.

"Warga saya harap benar-benar mencari informasi negara mana yang sudah terjangkit virus corona. Lebih baik ditunda terlebih dahulu perjalanan ke luar negeri, apalagi ke negara yang rawan kalau keperluan yang kurang mendesak," ujar dia.

Korban meninggal akibat virus corona di China terus naik hingga mencapai 106 orang. Sementara jumlah kasus terbaru dikonfirmasi hampir 1.300.

Dikutip dari AFP, di Provinsi Hubei, sebanyak 24 orang dilaporkan meninggal, dan 1.291 terinfeksi. Dengan demikian, total kasus yang dikonfirmasi secara nasional naik drastis menjadi lebih dari 4.000. (psp/idz/ain)