Kondisi Mabuk, Ayah Bunuh Anaknya yang Rewel saat Dimandikan

CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 05:10 WIB
Kondisi Mabuk, Ayah Bunuh Anaknya yang Rewel saat Dimandikan Fintje Loppies (35), pelaku pembunuhan terhadap anak kandung sendiri Given Loppies (3), di Mapolresta Ambon, Maluku, Selasa (28/1). (CNN Indonesia/Said)
Ambon, CNN Indonesia -- Seorang warga Silale, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Maluku bernama Fentje Loppies (35) tega membunuh anak kandungnya sendiri yang masih balita, Given Loppies (3). Fentje mengaku kesal karena sang anak rewel saat dimandikan.

Kapolresta Ambon Komisaris Besar Leo Surya Nugraha mengatakan Fentje dalam kondisi mabuk minuman keras saat memandikan anaknya. Walhasil, Fentje tidak mampu mengontrol emosi ketika sang anak tak mau diatur.

"Sementara masalah kejiwaan masih kita dalami, pastinya pelaku dikuasai mimunan keras yang memicunya membunuh korban ," ucap Leo di Ambon, Maluku, Selasa (28/1).


Peristiwa terjadi pada pukul 19.15 WIT, Senin kemarin (27/1). Fentje memandikan Given di rumahnya yang berlokasi di Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Maluku. Sebelumnya, Fentje sempat menenggak minuman keras hingga mabuk.

Fentje jengkel dengan anaknya yang begitu rewel saat buang air dan dimandikan. Tak tahan, Fentje lalu memukul dan melempar anaknya ke lantai kamar mandi. Anaknya lalu tak sadarkan diri.

Anaknya lalu dibawa ke RSUD Haulusy Ambon. Namun, nyawanya tak selamat meski dirawat selama satu hari. Given dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (28/1).

Kepolisian lalu menangkap Fentje yang sembunyi di rumahnya. Dia lantas dibawa ke Mapolresta Ambon untuk dimintai keterangan.

"Saya merasa kesal terhadap sikap anakku, setiap dimandikan dan membuang air besar selalu membikin pusing," kata Leo menirukan pelaku saat diperiksa.
[Gambas:Video CNN]
Fentje mengaku telah berbuat salah terhadap anaknya. Dia mengakui berada dalam kondisi tak sadarkan diri.

"Saya sesali perbuatan, waktu itu saya dalam keadaan tidak sadarkan diri, lantaran menenggak minuman keras," sesali Fentje kepada wartawan di Mapolresta Ambon.

Kini, Fantje Loppies disangkakan dengan pasal 80 ayat 4 UU tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 338 KHUP dengan ancaman 15 tahun penjara.
(sai/bmw)