Kepala RSUD Sidoarjo Atok Irawan mengatakan TKW asal Lombok tersebut tengah di rawat di ruang isolasi khusus.
"Perempuan 21 tahun ini dari Hongkong, orang Lombok. Kemarin malam Senin (27/1) masuk sini, diantar oleh perawat dari klinik PJTKI," kata dia, Selasa (28/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini suhunya sudah 36,5, tidak ada sesak nafas, batuk juga berkurang, nafasnya sudah normal. Kondisi sudah stabil," katanya.
Kendati demikian, tim medis tetap secara intensif menanganinya. Pihaknya juga akan melakukan foto thorax untuk memastikan keberadaan Virus Corona.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Namun, kata Atok, saat ini pihak RSUD Sidoarjo belum bisa memberikan obat khusus untuk menangani virus tersebut.
"Namun pengobatan dari virusnya kan belum ditentukan oleh WHO. Tapi ini kan virus baru, jadi kita belum bisa membuat obat harus ada sampel virusnya dulu dan antidotnya dulu. Jadi untuk pasien ini sementara waktu kita berikan antibiotik, supaya tak ada lagi virus yg masuk, serta obat sakit tenggorokan dan penurun panas," tuturnya.
Terpisah, RSUD Raden Mattaher Jambi segera memulangkan pasien yang diduga terjangkit virus Corona yang dirawat sejak Sabtu (25/1). Pasalnya, kondisinya makin membaik.
Sejak awal, kata dia, pasien yang dirujuk dari Rumah Sakit Siloam Jambi ini hanya mengeluhkan pilek, tanpa demam dan batuk. Namun, pasien langsung diisolasi di ruang khusus karena baru pulang dari Wuhan, China.
"Mengapa pasien ini diisolasi? Karena baru pulang dari Wuhan, itu kata kuncinya" jelas Meidianto.
Kemungkinan Kecil
Jika dilihat dari perjalanan pasien dari Wuhan, dirinya meyakini pasien sudah melewati masa inkubasi, yaitu selama 14 hari. Berdasarkan kronologi perjalanannya, pasien terakhir berada di Wuhan pada 27 Desember 2019 dan tiba di Jambi 4 Januari 2020.
[Gambas:Video CNN]
"Pada tanggal 26 Januari 2020, pasien berobat ke [RS] Siloam dan mengeluhkan pilek dan batuk. Karena baru pulang dari Wuhan, maka dirujuk ke Rumah Sakit Raden Mattaher. Ini salah satu upaya antisipasi," jelasnya.
Jika dari observasi dan dilakukan uji klinis dan laboratorium, Meidianto meyakini pasien hanya terserang ISPA. Meski demikian, mengirimkan hasil observasi ke Litbangkes Kementerian Kesehatan bagian dari SOP penanganan pasien yang baru pulang dari Wuhan China.
"Dari gambaran klinis, sangat jauh dari virus ini (corona)," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Kesehatan Republik Indonesia Bidang Hukum Kesehatan Kuwat Sri Hudoyo mengatakan sampai detik ini tidak ada kejadian Virus Corona di Indonesia. Meski diakuinya, beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand sudah ada yang positif Corona.
"Potensi Jambi masuk virus Corona sangat kecil. Karena perjalanan dari China harus transit lebih dahulu di Bandara Jakarta dan Batam," jelasnya.
Menurutnya, upaya yang bisa dilakukan saat ini mengajak masyarakat untuk tidak gampang percaya dengan informasi yang beredar di media sosial terkait virus Corona. Terkait pasien yang masih diisolasi di RSUD Raden Mattaher Jambi, Kuwat meyakini 99,9 persen tidak terjangkit virus Corona.
"Jadi masyarakat tidak perlu kuatir jika pasien dalam beberapa hari ini akan dipulangkan ke rumah," ujarnya.
(frd/tim/arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi