Seluruh Rumah Sakit TNI Disiagakan Waspada Corona

CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 05:38 WIB
Seluruh Rumah Sakit TNI Disiagakan Waspada Corona Penumpang dari China diperiksa di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh, sebagai bagian kewaspadaan mencegah virus corona. (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi menyebut pihaknya menyiagakan seluruh rumah sakit TNI dari tiga matra dalam rangka waspada masuknya virus corona dari China.

"TNI telah menyiapkan seluruh rumah sakit TNI baik TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU, seluruh satuan-satuan kesehatan lapangan dan seluruh personel kesehatan TNI yang ada di Indonesia," kata Sisridadi lewat rekaman video yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (29/1).

Hal itu, kata dia, sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2019 tentang Bio Security.


Atas dasar tersebut, kata Sisriadi, persiapan tersebut dilakukan bukan atas permintaan pihak tertentu. Tapi, tegasnya, berdasarkan pada perintah presiden yang dikeluarkan melalui instruksi.

Sisriadi mengatakan seluruh jajaran kesehatan dari pihak TNI ini juga kata Sisriadi harus bekerjasama di setiap daerah dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk penanganan wabah yang diduga telah menewaskan 131 orang itu di seluruh dunia itu.

"Melakukan langkah-langkah terukur dan terkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait di daerah untuk penanggulangan masalah ini," kata dia.

Untuk evakuasi warga negara Indonesia yang saat ini masih terjebak di Hubei, Wuhan, China, Sisriadi mengaku pihaknya masih melakukan rapat koordinasi yang dipimpin langsung Kementerian Luar Negeri.

"Pada prinsipnya TNI siap," kata dia.

Diketahui ada 244 WNI di Provinsi Hubei yang tercatat saat ini. Khusus di Wuhan, ibu kota Hubei, terdapat 93 WNI yang tinggal di sana. Sudah ada 132 meninggal dunia akibat virus tersebut. Di China sendiri tercatat lebih dari 4 ribu orang mengidap virus tersebut.

[Gambas:Video CNN]
Opsi Evakuasi WNI

Di tempat dan waktu terpisah, Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menyatakan pemerintah saat ini sudah menyiapkan opsi untuk mengevakuasi seluruh WNI dari China.

Walaupun begitu, Ma'ruf mengatakan pemerintah masih menemui kendala terkait akses masuk menyusul pemberlakuan kebijakan isolasi dari otoritas China. Ia menyatakan pemerintah Indonesia saat ini masih menunggu sikap pemerintah China terlebih dulu untuk mengevakuasi WNI di Wuhan.

"Jadi akibatnya semuanya masih menunggu sikap pemerintah Tiongkok, bahkan yang dari Jepang yang sudah kirim pesawat pun belum bisa dievakuasi," kata Ma'ruf di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (29/1).

Tak hanya Indonesia yang mengalami kesulitan, Ma'ruf menyatakan negara lain turut mengalami hal serupa untuk evakuasi warganya masing-masing.

Seluruh Rumah Sakit TNI Disiagakan Waspada CoronaWapres RI Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)

Ia mencontohkan para diplomat dan pekerja Konsulat Amerika Serikat di Hubei pun belum bisa pulang dan masih terjebak di wilayah tersebut.

"Karena dia dijadikan sebagai daerah isolasi, tapi pemerintah kita siap untuk kalau kemungkinan sudah mungkin kita akan evakuasi," kata dia.

Meski demikian, Ma'ruf menyatakan pemerintah Indonesia tak lepas tangan terkait nasib seratusan WNI yang masih berada di Wuhan. Ia menyatakan pemerintah akan mendistribusikan logistik bagi WNI melalui pusat-pusat kota di China.

"Tapi, pemerintah terus memperhatikan anak-anak kita terutama yang di Wuhan, kalau enggak salah ada 100 orang, 84-nya itu mahasiswa dan kita membangun logistiknya melalui pusat-pusat kota di Tiongkok," kata dia.

Selain itu, Ma'ruf menyatakan pemerintah saat ini masih memberi 'lampu kuning' bagi turis asing asal China yang masuk ke Indonesia. Artinya, kata Ma'ruf, warga negara China masih diperbolehkan masuk namun harus menjalani berbagai persyaratan dan melalui proses yang ketat agar virus tersebut tak menyebar ke Indonesia.

"Belum lampu merah. Sikap dari WHO. Tetapi kita sudah menyiapkan kalau misalnya ada yang datang dengan berbagai peralatan di airport dan rumah sakit," kata dia.

(tst,rzr/kid)