"Pemprov Riau bantu warganya di Wuhan karena kemanusiaan, karena kondisi di Wuhan memprihatinkan dan merupakan daerah yang mempunyai kasus yang berisiko tinggi di Tiongkok, regional, dan global," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Nazir di Pekanbaru, Kamis (30/1) dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan, Gubernur Riau Syamsuar memerintahkan jajarannya untuk segera menghubungi warga asal Riau di Wuhan setelah muncul pemberitaan di media massa ada enam mahasiswa Riau yang tertahan di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemprov Riau memberikan bantuan sebesar Rp10 juta per orang dengan maksud dapat mengurangi beban mahasiswa Riau di Wuhan," katanya.
Warga Riau yang masih bertahan di Kota Wuhan antara lain bernama Rio Alfi, Riza Delviani, Raffifatu Rayya, Rabbani yang masih di bawah umur, Langen Nidhana Meisyalla (Aleph), Rizo Budi Prastowo, dan Philip Hartono.
[Gambas:Video CNN]
Berdasarkan komunikasi dengan Aleph, lanjutnya, diketahui bahwa enam warga Riau di Wuhan sejauh ini dalam kondisi sehat. Meski begitu, ia mengatakan mahasiswa Indonesia termasuk asal Riau, sangat membutuhkan bantuan dan dukungan moral.
"Mahasiswa kekurangan pasokan makanan dengan gizi seimbang karena semua toko tutup. Kalaupun ada yang buka harus berebut dengan penduduk lokal yang juga berburu sayur," ujarnya.
"Beberapa supermarket di kampus-kampus sudah aktif, tapi itu berisiko karena jadi ada kesempatan bagi virus dapat menyebar dengan sangat cepat, intinya harus menghindari kerumunan," kata Mimi menjelaskan kondisi warga Riau di Wuhan.
Berdasarkan data Kemlu RI, terdapat 100 WNI di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei. Mereka terdiri dari 84 mahasiswa dan 16 tamu mahasiswa dari tempat lain. Secara keseluruhan ada 243 WNI di Hubei yang tersebar di tujuh titik.