Komisi III Cecar Kapolri soal Dugaan Harun Masiku di PTIK

CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 15:15 WIB
Anggota Komisi III DPR meminta Kapolri Idham Azis menjelaskan ihwal keberadaan Harun Masiku di PTIK saat OTT KPK, karena isu itu menjadi pertanyaan publik. Kapolri Jenderal Idham Azis. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolri Jenderal Idham Azis dicecar pertanyaan soal isu keberadaan Harun Masiku di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, jelang operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi, 8 Januari lalu. Hal itu terjadi dalam rapat kerja Kapolri dan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Kamis (30/1). 

Cecar pertanyaan soal keberadaan Harun Masiku berasal dari anggota Fraksi Partai Amanat Nasional Sarifuddin Sudding dan Fraksi Demokrat Benny Kabur Harman. 

Mulanya, Sudding bertanya kepada Idham kabar tentang penyelidik KPK diinterogasi dan diminta menjalani tes urine saat akan melakukan langkah penegakan hukum di PTIK. Menurutnya, Idham harus menjelaskan kabar atau informasi tersebut karena sudah menjadi pertanyaan publik. Kabar itu juga memunculkan kesan institusi Polri menghalangi kerja KPK.


"Jadi beberapa pemberitaan yang muncul seakan kejadian itu ada upaya, ada kesan, dan ini juga menyangkut masalah institusi kepolisian menghalangi proses atau langkah hukum yang dilakukan aparat penegak hukum di sana, apa yang sesungguhnya terjadi di PTIK?" ucap Sudding.

Menjawab pertanyaan Sudding, Idham berkata bahwa pengamanan di PTIK sedang ditingkatkan karena ada kunjungan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada 8 Januari 2020. Namun, ia mengaku tidak mengetahui tentang peristiwa yang mengabarkan bahwa penyelidik KPK sempat menjalani interogasi di PTIK.

"Kalau terus ketemu, misalnya beberapa penyelidik KPK, Polri tidak tahu apa proses yang ada di dalam," kata Idham.

Belum puas jawaban Idham, Sudding kembali meminta konfirmasi terkait kabar yang menyebutkan bahwa Harun berada di PTIK jelang OTT KPK pada 8 Januari 2020.

Harun saat ini berstatus tersangka dalam kasus dugaan suap Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan. Dia diduga menyuap Wahyu Setiawan yang saat itu menjadi Komisioner KPU.

Idham menjawab pertanyaan Sudding soal keberadaan Harun Masiku di PTIK, menyatakan tidak mengetahui kabar tersebut.

"Kami enggak tahu masalah itu, mungkin informasi di luar sedang seliweran kami sendiri enggak tahu," ucap jenderal bintang empat itu.

Mendengar jawaban Idham, Benny langsung mengajukan interupsi untuk bertanya. Ia meminta Idham menjelaskan secara gamblang terkait kabar yang menyebutkan bahwa penyelidik KPK sempat disekap di PTIK.

[Gambas:Video CNN]
Menurutnya, Idham harus memberikan penjelasan terkait hal tersebut agar tidak terjadi spekulasi seputar kabar yang beredar di tengah masyarakat.

"Supaya clear jangan ada spekulasi yang tidak jelas ujung pangkalnya," kata Benny.

Politikus Partai Demokrat itu pun sempat bertanya terkait dugaan kedatangan Harun ke PTIK karena memiliki kedekatan dengan Gubernur PTIK yang pernah menjabat sebagai Direktur di KPK.

"Kenapa Harun ke PTIK itu juga jadi pertanyaan. Setelah dilacak kuat dugaan bahwa Harun Masiku ke sana sebab katanya (Gubernur) PTIK itu mantan Direktur Penyidik KPK ya kenal baik juga dengan Harun tadi, ya satu kampung atau apa, enggak tahu saya," ucapnya.

Menjawab pertanyaan itu, Idham menyatakan tidak mau berandai-andai. Ia hanya menegaskan tidak ada penyekapan yang dilakukan terhadap penyelidik KPK yang datang ke PTIK pada 8 Januari 2020.

"Saya juga tidak mau berandai-andi di ruangan ini, yang jelas saya tidak tahu kalau yang bersangkutan ada di PTIK," tuturnya. (mts/wis)