Yasonna: Kalau Imigrasi Enggak Salah, Saya yang Mundur

CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 21:18 WIB
Menkumham Yasonna Laoly mengaku siap mundur jika tim bentukannya terbukti tak menemukan kesalahan sistem di Ditjen Imigrasi terkait keberadaan Harun Masiku. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengaku yakin bahwa Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi salah dalam kesimpangsiuran informasi soal keberadaan tersangka KPK, Harun Masiku.

Ia menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatan Menkumham bila tim gabungan bentukannya tidak menemukan kesalahan di Ditjen Imigrasi.

Yasonna diketahui telah membentuk tim gabungan untuk menelusuri kesimpangsiuran informasi ihwal keberadaan Harun yang disampaikan Ditjen Imigrasi. Tim gabungan itu beranggotakan perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, dan Ombudsman RI.


"Kalau (Imigrasi) enggak salah, saya yang mundur dari menteri, karena saya yakin salah," kata Yasonna kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (30/1).
Tak hanya itu, Yasonna juga menyatakan akan mengembalikan dua pejabat Kemenkumham yang sebelumnya telah ia copot yakni Ronny Sompie dari jabatan Dirjen Imigrasi dan Alif Suadi dari jabatan Direktur Sistem dan Teknologi Informasi (Dirsistik) Keimigrasian.

Lebih jauh, Yasonna mengaku tidak bermaksud menyampaikan informasi bohong denga mengatakan bahwa Harun belum pulang ke Indonesia pada 16 Januari 2020.

Dia menyatakan bahwa pernyataannya tersebut disampaikan berdasarkan data yang diperoleh dari Ronny dan Alif.

[Gambas:Video CNN]

"Kalau saya enggak percaya Dirjen (Imigrasi) menyampaikan dan Dirsistik, siapa lagi yang saya percaya? Masa saya pergi ke Soetta (Bandara Soekarno-Hatta) sana untuk cek? Kenapa bisa begitu, saya kan percaya kepada data," ucap Yasonna.

Yasonna sebelumya mencopot Ronny dan Alif pada Rabu (29/1). Ia mengatakan alasan pencopotan itu adalah khawati terjadinya konflik kepentingan karena dirinya tengah membentuk tim untuk menelusuri kesimpangsiuran informasi soal keberadaan Harun. (mts/ain)