17 Pelajar Perkosa Teman Sekelas di Ambon

CNN Indonesia | Jumat, 31/01/2020 07:39 WIB
17 Pelajar Perkosa Teman Sekelas di Ambon Sebanyak 17 pelajar diamankan polisi karena diduga memerkosa secara bergiliran dalam beberapa kali kesempatan terhadap seorang siswi yang baru menginjak remaja. (Foto: Istockphoto/Favor_of_God)
Ambon, CNN Indonesia -- Personel Polisi Sektor (Polsek) Salahutu, Maluku Tengah, Maluku meringkus 17 pelajar terduga pelaku pemerkosaan terhadap seorang siswi berinisial DS (17) pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Malteng, warga Negeri Liang, Salahutu, Maluku Tengah, Ambon, Maluku.

"Benar, 16 pelajar SMAN 4 Malteng dan 1 pelajar SMP Liang sudah diamankan di Mapolsek," ujar Kapolsek Salahutu Iptu Julius Siahaya, saat dikonfirmasi, Kamis (30/1).

Sebanyak 17 pelajar yang diamankan berinisial JL, HL, AU, JL, JS, ML, DN, RL, IL, JP, JW, FS, AP, AM, SL, IF, dan FO. 

Kapolsek mengatakan peristiwa pemerkosaan terjadi beberapa kali sepanjang November hingga Desember di beberapa tempat.


"Korban mengaku tidak masuk sekolah selama dua minggu, lantaran menanggung malu karena diperkosa oleh siswa di sini," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]


Kini, belasan pelajar pelaku pemerkosaan sudah diamankan personel Polsek Salahutu, Maluku Tengah. Mereka rencana akan diserahkan besok pada Jumat (31/1) ke Mapolresta Pulau Ambon dan pulau-pulau Lease.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencatat sepanjang 2019 kasus dugaan pencabulan dan pelecehan seksual telah mendominasi pelanggaran di sekolah Indonesia.

Selain pelecehan, kasus perundungan atau bullying meliputi kekerasan fisik dan psikis juga turut mewarnai persoalan di lingkungan pendidikan.


Mayoritas kasus tersebut ditemukan dalam jenjang SD/sederajat (67 persen).

KPAI sudah berkali-kali mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama memperkuat percepatan terwujudnya 'Program Sekolah Ramah Anak (SRA).

KPAI mencatat SRA di Indonesia saat ini baru ada sekitar 13 ribu dari sekitar 400 ribu sekolah dan madrasah di Indonesia.


Jika Anda ingin melaporkan kasus pelecehan atau kekerasan seksual, atau mengetahui korban yang membutuhkan pendampingan, disarankan menghubungi nomor-nomor di bawah ini:

Komnas Perempuan: (021) 3903963
Lembaga Bantuan Hukum Apik: (021) 87797289 / 081388822669
Yayasan Pulih: (021) 78842580
Hotline polisi: 110/08139888611


(sai/gil)