243 WNI Dikarantina, Jokowi Terima Kasih ke Warga Natuna

CNN Indonesia | Senin, 03/02/2020 19:17 WIB
Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Natuna terkait kegiatan observasi dan karantina terkait virus corona. Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Natuna terkait kegiatan observasi dan karantina terkait virus corona.(CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada warga Natuna, Kepulauan Riau, terkait karantina terhadap 243 orang yang dikarantina di pangkalan militer Natuna untuk observasi terkait virus corona. Kesemua orang tersebut tiba dari Wuhan, China, tempat wabah virus corona diduga pertama kali menyebar.

"243 WNI dari Provinsi Hubei, Tiongkok, sedang menjalani masa observasi di Natuna. Terima kasih kepada semua yang terlibat dalam evakuasi WNI dari daerah yang dilanda wabah virus korona ini. Terima kasih kepada masyarakat Natuna. Mereka ini adalah saudara-saudara kita sendiri," ujar Jokowi dalam akun twitternya, dikutip CNNIndonesia.com, Senin (3/2).




Adapun 243 orang tersebut terdiri dari 237 WNI, 1 WNA, dan 5 orang Tim Aju Kemenlu. WNA yang ikut dievakuasi dari Wuhan diketahui merupakan suami dari salah satu WNI.

Sementara itu Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah pusat melakukan komunikasi dan sosialisasi intens dengan warga Natuna terkait kegiatan karantina dan observasi ratusan WNI yang dievakuasi dari Wuhan.

Hal ini tak terlepas dari ratusan warga Natuna yang kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Natuna. Mereka meminta agar tempat observasi ratusan WNI yang dijemput dari Wuhan dipindahkan ke kapal perang.

"Karena itu sekarang harus ada sosialisasi dan kemudian komunikasi yang intensif dari pihak pemerintah untuk bisa menyampaikan informasi-informasi terkait dengan hadirnya WNI yang diobservasi dan baru datang dari Wuhan," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (3/2).

Puan meyakini pemerintah sudah memikirkan dengan matang lokasi penempatan ratusan WNI itu di Kompleks Pangkalan Udara Raden Sajad Saleh, Natuna. Ia menyebut pemerintah juga melakukan karantina dan observasi ini sesuai standar WHO.

Menurutnya, penempatan ratusan WNI itu juga berada jauh dari pemukiman masyarakat, yakni pada radius 1 sampai 6 kilometer.

"Sehingga tidak akan membuat warga negara yang ada di Natuna kemudian menjadi gaduh atau terjadi kegaduhan sosial," ujarnya.

Politikus PDI-Perjuangan itu pun menghargai keputusan Pemerintah Kabupaten Natuna yang meliburkan kegiatan sekolah bagi para pelajar. Pemkab memutuskan pelajar libur mulai 3 sampai 17 Januari.

"Itu untuk antisipasi jikalau ada hal-hal yang akan terjadi," tuturnya.

Belakangan kebijakan meliburkan sekolah itu sudah dibatalkan Pemkab Natuna.

[Gambas:Video CNN]
Terkait dengan nasib 7 WNI yang masih berada di Wuhan, Puan mengatakan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan dan KBRI di China terus melakukan koordinasi serta memantau kesehatan mereka. Menurutnya, jika sudah sehat, 7 WNI tersebut akan pulang ke Tanah Air.

"Kemenlu, Kemenkes dan KBRI di sana sudah terus melakukan koordinasi dan observasi. Jikalau kemudian secara standar medis mereka itu sudah membaik, tentu saja akan segera dipulangkan," ujarnya.

Sebelumnya Jokowi sudah buka suara terkait penolakan warga Natuna atas kegiatan karantina dan observasi tersebut. Jokowi meminta warga Natuna berbesar hati menerima kehadiran ratusan WNI tersebut.

"Saya kira kita memerlukan kebesaran hati seluruh masyarakat Indonesia. Apapun itu adalah saudara-saudara kita," ujar Jokowi di sela kunjungan kerja di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2).

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengonfirmasi sebanyak 237 WNI dan 1 WNA berhasil diboyong pulang dari Wuhan. Mereka sempat mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, lalu diterbangkan kembali ke Pangkalan Udara TNI Raden Sadjad Ranai, Natuna pada Minggu (2/2).

Ratusan WNI itu tak boleh langsung pulang ke kampung halaman masing-masing. Mereka harus diobservasi selama dua pekan sebagaimana masa inkubasi virus corona sekitar 14 hari.

Dalam proses observasi, ratusan WNI ini menjalani aktivitas biasa, seperti senam pagi dan kegiatan lainnya. (fra/osc)