Terawan menjelaskan bahwa cairan tersebut adalah disinfektan dengan kadar yang sudah sesuai. Karena itu dia meminta semua pihak tak perlu khawatir dengan tindakan antisipasi kepada 237 WNI dan 1 WNA tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu protap untuk militer. Jadi memang harus dilakukan. Kan di sini ada aturan WHO, ada aturan ICMM (International Council of Mining and Metals), ada aturan dari militer sendiri-sendiri," jelas dia.
Selain itu, Menkes juga menerangkan bahwa selama menjalani masa observasi di Natuna, WNI tersebut akan dipantau oleh sejumlah tenaga-tenaga spesialis. Termasuk spesialis kandungan serta psikiater.
"Bahkan obgyn (dokter kandungan) juga ada, karena ada yang hamil, kemudian psikiater sama psikolog dan juga ini sudah saya berangkatkan ke sana untuk namanya trauma healing," jelasnya.
Netizen juga menilai bahwa penyemprotan itu tak efektif karena hanya menyentuh bagian luar tubuh, sementara virus corona berinkubasi di dalam tubuh. (mjo/osc)