"Udah dipulangkan toh? Belum kan? Itu masih wacana," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, di kantornya, Jakarta, Kamis (6/2)
Polri, kata dia, masih menunggu arahan resmi terkait pemulangan eks-ISIS ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Jokowi mengaku enggan memulangkan mereka. Namun, itu tetap dibahas dalam rapat.
"Ya kalau bertanya kepada saya, ini belum ratas ya, kalau bertanya kepada saya, saya akan bilang tidak (bisa). Tapi masih dirataskan," ujar dia, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/2).
[Gambas:Video CNN]
Bukan Sebagai Menag
Menag Fachrul Razi sendiri mengaku tak pernah mewacanakan pemulangan sekitar 600 WNI itu. Ia menuding berita yang beredar terkait itu bias karena salah mengutip.
Menurutnya, wacana itu hanya bahan diskusi dalam acara pengarahan ormas Bravo 5. Fachrul mengaku saat itu hadir sebagai pemimpin kelompok relawan, bukan sebagai Menteri Agama RI.
"Sebetulnya itu sudah biasnya jauh banget ya. Itu kan acara Bravo 5. Relawan Bravo 5 menjadi ormas membantu pemerintah. Untuk membantu pemerintah itu, kemudian saya mengundang wakil dari Kementerian Dalam Negeri, kemudian dari BNPT, untuk memberikan pembekalan," kata Fachrul kepada wartawan, Selasa (4/2) petang.
Lihat juga:Menag Ajak Ormas Bina 600 WNI Mantan ISIS |
Setelah itu, kata Fachrul, Hendri meminta relawan Bravo 5 membayangkan jika WNI eks ISIS dipulangkan ke Indonesia.
"[Hendri] sambil mengatakan, 'Nih kira-kira beginilah ISIS itu. Coba bayangkan kalau dia 600 orang itu pulang ke Indonesia misalnya dipulangkan'," kata Fachrul menirukan ucapan Hendri.
Dia menegaskan tak pernah sama sekali membahas rencana pemulangan para WNI eks ISIS. Dalam pertemuan itu, Fachrul mengklaim hanya meneruskan pemaparan Hendri.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
"Saya beri penekanan, kalau gitu kalian, satu, misalnya masalah kerukunan, bantu kerukunan umat beragama. Kedua, soal radikalisme tadi yang disampaikan, diwaspadai, misalkan supaya sekitar kita teman orang yang radikal itu bisa diajak dialog untuk jadi moderat," ujarnya.
"Itu aja ditekankan. Enggak ada apa-apa. Enggak ada cerita pendapat saya," dalih Fachrul.
(mel/dhf/arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi