Asman Abnur Pastikan Diri Maju Jadi Caketum PAN

CNN Indonesia | Sabtu, 08/02/2020 13:11 WIB
Asman Abnur Pastikan Diri Maju Jadi Caketum PAN Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Asman Abnur memastikan diri maju menjadi calon ketua umum PAN. (CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Asman Abnur memastikan diri maju menjadi calon ketua umum PAN. Hal itu diketahui usai Asman menyerahkan berkas pendaftaran calon ketua umum ke kantor DPP PAN di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2).

Saat menyerahkan berkas pendaftaran, Asman diantar Wali Kota Bogor Bima Arya. Dia disambut Wasekjen PAN Saleh Daulay.

"Pagi hari ini saya datang yaitu untuk menyampaikan formulir pendaftaran ini menunjukkan keseriusan dan saya betul-betul  nanti akan menjadi calon ketua umum yang akan bertanding di Kendari," katanya.



Asman mengaku sudah menemui kader-kader PAN di seluruh Indonesia sebagai modal politik maju menjadi ketua umum. Asman juga juga optimistis karier sebagai anggota legislatif maupun eksekutif menjadi modal utama dirinya bakal terpilih.

"Dengan modal sudah 20 tahun di partai sebagai anggota legislatif daerah sampai ke pusat. Empat kali jadi anggota DPR RI, satu kali menteri, rasanya sudah punya modal untuk menerapkan apa yang sudah saya peroleh perjalanan karier saya," kata dia.

[Gambas:Video CNN]

Namun demikian, Asman enggan mengklaim soal jumlah suara yang bakal ia raup dalam kongres nanti. Dia menyerahkan semuanya kepada pemilih.

"Kalau saya tidak punya keyakinan untuk menang tentu saya tidak akan maju. Nah tapi itu rahasia saya," ujarnya.

Asman  mengatakan sudah menyiapkan arah PAN ke depan jika terpilih menjadi ketua umum, terutama untuk menambah suara PAN.


Asman mengatakan, jika terpilih nanti, ia akan fokus pada konsolidasi internal terlebih dahulu. Menurut Asman, hal itu penting agar  agar para kader bisa memiliki rasa percaya diri.

Selain itu, ia juga sudah menyiapkan  komunikasi e-party sebagai model komunikasi PAN di era teknologi 4.0. Langkah itu ia lakukan untuk menjangkau para pemilih milenial hingga 2024 mendatang.


"Sehingga komunikasi itu akan lebih gambang. Dan apalagi tahun 2024 pemilih milenial hampir 60 persen. Maka dengan cara modern itulah kita akan lakukan pendekatan," katanya. (thr/dea)