Kongres PAN Kian Dekat, Putra Amien Rais Bukan Kandidat Ketum

CNN Indonesia | Jumat, 07/02/2020 22:47 WIB
Kongres PAN Kian Dekat, Putra Amien Rais Bukan Kandidat Ketum Caketum PAN makin mengerucut, putra Amien Rais tak masuk daftar kandidat (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Panitia Pengarah Kongres ke-V PAN, Saleh Daulay mengatakan bakal ada empat kandidat yang lekas mendaftar calon ketua umum 2020-2025. Tak ada nama putra Amien Rais, Hanafi Rais.

Dari 4 kandidat, ada 3 yang akan mendaftar saat pendaftaran dibuka pada 8 Januari. Mereka adalah Mulfachri Harahap, Asman Abnur, dan Drajad Wibowo. Sementara petahana Zulkifli Hasan bakal mendaftar di lokasi Kongres ke-V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Berdasarkan laporan itu, tiga calon mendaftar kemungkinan hadir Mulfachri, Asman, dan Drajad. Sedangkan Zulkifli diperkirakan mendaftar di Kendari," kata Saleh Daulay saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (7/2).


Calon Ketua Umum Mulfachri Harahap sempat mengatakan bahwa Hanafi Rais bakal dia angkat menjadi Sekjen jika terpilih dalam Kongres nanti. Namun, masih banyak pihak terutama pengamat politik yang menganggap Amien Rais masih ingin memiliki posisi dominan di PAN.

Saleh lalu menjelaskan bahwa panitia menetapkan jadwal pendaftaran melalui rapat yang baru saja selesai dilakukan pada Selasa (5/2). Semua sepakat pendaftaran dibuka mulai 8 Juli.

"Tadi malam rapat steering committee dilaporkan bahwa besok Sabtu (8/2) akan dibuka pendaftaran dan Panitia Pemilihan yang ada di steering committee akan menerima," kata Saleh.

[Gambas:Video CNN]
PAN menggelar Kongres ke-V pada 10-12 Januari di Kendari, Sulawesi Tenggara. Selain memilih ketua umum untuk periode 2020-2025, PAN juga akan menentukan sikap politik. Bakal mendukung atau berada di luar pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Kami akan melakukan pembahasan, analisis, dan menetapkan posisi partai kami dalam perjalanan pemerintahan ke depan, kami akan menetapkan posisi PAN dalam konteks tata kelola politik pemerintahan," kata Waketum PAN Bima Arya di Kantor DPP PAN Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (30/1).

Pada pemerintahan Presiden Jokowi periode pertama, PAN sempat berada di luar pemerintahan karena mendukung Prabowo Subianto-Hatta Radjasa di Pilpres 2014. PAN lalu bergabung dalam koalisi pemerintahan, sementara Gerindra tetap menjadi oposisi.

Kemudian pada Pilpres 2019, PAN kembali mendukung Prabowo-Sandi. Tidak mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. PAN tidak mendapat jatah menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

(mts/bmw)