Bima Arya soal Jadi Sekjen PAN: Saya Urus Angkot Bogor Saja

CNN Indonesia | Sabtu, 08/02/2020 14:21 WIB
Bima Arya soal Jadi Sekjen PAN: Saya Urus Angkot Bogor Saja Wali Kota Bogor Bima Arya (paling kiri) mengantar Asman Abnur menyerahkan berkas pendaftaran calon ketua umum di kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2). (CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Bogor Bima Arya enggan berkomentar saat ditanya kesediaan dirinya menjadi Sekjen PAN usai mengantar Asman Abnur menyerahkan berkas pendaftaran calon ketua umum di kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2).

"Saya fokus di Kota Bogor saja. Saya ngurusin angkot aja di Bogor," kata Bima kepada wartawan, Sabtu (8/2).


Dalam pernyataannya, Bima Arya menyebut Asman Abnur punya modal lengkap menjadi caketum PAN. Ada tiga alasan, menurut Bima hingga dirinya mengantar Asman mendaftar sebagai ketua umum.


Pertama, kata Bima, Asman telah memiliki rekam jejak panjang sebagai politisi, baik di legislatif maupun eksekutif. Asman disebut pernah menjadi anggota DPR, menteri, sekaligus juga sebagai pengusaha. Hal itu yang menurut Bima tak banyak dimiliki kader lain.

"Jadi treknya memang trek menjadi ketum," ujarnya.

Kedua, menurut Bima, Asman memiliki kematangan berpolitik karena rekam jejak panjangnya sebagai politisi. Sosok Asman menurut Bima sangat dibutuhkan PAN saat ini.

Bima lebih lanjut menilai Asman memiliki kekuatan untuk menghimpun kekuatan PAN hingga 2024. Selain itu, katanya, sosok seperti Asman saat ini bisa diterima di internal partai.

"Artinya, ketika beliau terpilih nanti insyaallah, semua akan kita himpun untuk bergerak bersama-sama," tambahnya.

[Gambas:Video CNN]


Bima juga mengamini pernyataan Asman bahwa saat ini yang diperlukan PAN adalah konsolidasi internal. Hal itu penting sebelum menentukan sikap partai kepada pemerintah.

Menurut Bima, besar kecil partai tidak ditentukan oleh posisi partai, sebagai koalisi maupun oposisi.

"Jadi oposisi dan koalisi sama saja. Yang penting partai itu konsolidasi internal. Itu dulu," kata Bima.

"Besar kecilnya partai, jaya hancurnya partai ditentukan oleh kita sendiri. Bukan rakyat lain. Saya kira itu," ucap Bima. (thr/fea)