Soal Pencarian Harun Masiku, BIN Enggan Intervensi Tugas KPK

CNN Indonesia | Minggu, 09/02/2020 01:16 WIB
BIN mengaku siap membantu KPK mencari tersangka Harun Masiku, namun berdalih tak mau mengintervensi ranah hukum. Kader PDIP yang jadi buronan dalam kasus suap PAW, Harun Masiku. (Diolah dari KPU RI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Poerwanto menyatakan siap membantu pencarian tersangka suap Harun Masiku jika diperlukan. Meskipun menurutnya, kasus Harun merupakan bagian dari pekerjaan KPK.

"BIN siap membantu jika diperlukan, karena sudah ditangani KPK maka masalah ini menjadi ranah KPK. Ada pembagian tugas antara kekuasaan
legislatif, eksekutif dan yudikatif. Ini ranah yudikatif, BIN tidak elok jika intervensi," katanya saat diwawancarai CNNIndonesia.com, Sabtu (8/2).

Terkait rumor keberpihakan Kepala BIN, Budi Gunawan yang berpihak ke Harun Masiku, ia menepisnya. Menurut Wawan, pengejaran buronan memiliki tingkat kesulitannya sendiri.

"Tidak benar bahwa BIN berpihak terkait kasus Harun Masiku, ini murni kasus hukum, memang perlu waktu untuk menangani ataupun menangkap Harun, ada yang berbulan-bulan, ada juga yang tahunan. Jadi tidak bisa lantas kita berasumsi bahwa memburu teroris saja mudah, tapi memburu Harun Masiku kok susah," tuturnya.

Meski demikian, Wawan mengatakan tetap mendukung proses penegakan hukum serta perkuatan KPK.

[Gambas:Video CNN]
"BIN tetap dukung proses penegakan hukum serta perkuatan KPK," imbuhnya.

Sebelumnya, Andi Arief meminta BIN turun tangan membantu KPK dan Polri mencari Harun, kader PDIP yang jadi tersangka kasus suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota dewan. Hal itu perlu untuk membantah sejumlah tudingan soal kedekatan antara Kepala BIN Budi Gunawan dengan PDIP.

Diketahui, dalam UU KPK terbaru lembaga antirasuah masuk dalam rumpun eksekutif. 




(mel/arh)