Kubu Mulfachri Naik Pitam, Kongres PAN Dicap Janggal

CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 19:49 WIB
Kubu Mulfachri Naik Pitam, Kongres PAN Dicap Janggal Kericuhan pecah di arena Kongres ke-V Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (10/2) siang. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kubu Mulfachri Harahap mengancam akan melakukan perang di acara Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) ke-V yang berlangsung di Kendari, 10-12 Februari 2020.

Ancaman ini dilontarkan Koordinator Pemenangan Mulfachri Harahap, Muh Asri Anas saat memberikan keterangan pers, Senin (10/2).

Ketua DPW PAN Sulawesi Barat ini menyebut jalannya Kongres PAN ke V tidak sesuai dengan mekanisme anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai. Salah satunya adalah beberapa peserta atau voter pendukung Zulfachri tidak mendapatkan id card dan kamar.


"Ini gila, peserta belum mendaftar, id card dan kamar sudah habis," kata Asri Anas.

Ia menyebut, batas registrasi peserta kongres 10 Februari 2020 pukul 12.00 WITA di Hotel Claro atau lokasi kongres. Namun ia menduga beberapa peserta diwakili pendaftarannya.

Padahal, kata dia, saat registrasi tidak boleh diwakili dan peserta harus menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) dan KTP.
Selain itu, mereka juga memprotes ketidakhadiran ketua panitia lokal dalam hal ini Abdurrahman Saleh selaku Ketua DPW PAN Sultra dan Ketua Panitia Pusat Eko Patrio Purnomo.

"Pertanyaannya mereka bikin apa di Makassar sementara kegiatan di Kendari dan ini menandakan kongres ini sudah tidak adil," tekannya.

Penunjukan Plt ketua DPD di Provinsi Maluku juga ikut diprotes oleh kubu Mulfachri. Menurut Asri, kepengurusan hasil musyawarah daerah (musda) tidak diakui.

"Malah yang diakui adalah hasil musdalub. Hasil musdalub yang diterima sebagai peserta kongres. Ini tidak benar," tekannya.

Dia mengingatkan kepada panitia agar bekerja profesional dan mengikuti aturan partai.

"Kalau cara-cara curang terus dilakukan maka kami siap fight dengan cara apapun," tegasnya.

Sementara anggota Stering Commite (SC) Wa Ode Nurzainab menyebut, proses registrasi dilakukan oleh pemilik hak suara. Bila diwakili harus ada surat mandat.

"Kalau mendaftar di luar, itu tidak bisa dan pada saat terakhir sudah memverifikasi siapa saja yang sah ikuti kongres," jelasnya.

Bagi peserta yang belum melakukan registrasi, maka akan dipertimbangkan untuk didiskualifikasi sebagai voter kongres.

Terhadap protes tersebut, Zulkifli Hasan menyebut PAN adalah partai demokratis. Menurut dia, dalam kongres kadang-kadang keras bahkan diibaratkan seperti smackdown, namun setelah selesai PAN bersatu kembali.

"Kalau ada dinamika, biasa di Partai Amanat Nasional. Mudah-mudahan kongres kita di Kendari ini bisa selesai dengan penuh kebaikan dan penuh kehormatan," ujarnya. (pnd/ain)