Penumpang Taksi Online Akan Cabut Laporan Dugaan Penculikan

CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 22:57 WIB
Penumpang Taksi Online Akan Cabut Laporan Dugaan Penculikan Ilustrasi taksi online. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelapor kasus dugaan penculikan oleh pengemudi taksi online, Istiani, mencabut laporan yang ia buat di Polda Metro Jaya itu.

Hal itu dilakukan usai mendengar penjelasan dari pengemudi, Muhammad Imam, ihwal insiden yang terjadi pada Kamis (6/2) tersebut.

"Per hari ini juga saya mau mencabut laporannya," kata Istiani di Polda Metro Jaya, Selasa (11/2).


Imam sendiri diketahui baru satu bulan berprofesi sebagai seorang pengemudi taksi online. Saat itu, Imam sempat melakukan kesalahan yang akhirnya membuat Istiana selaku penumpang merasa panik.

"Saat ini, saya dan driver (Imam) sudah saling meminta maaf dan memaafkan atas kesalahpahaman yang terjadi. Maka dari itu, saya memohon maaf kepada MIS (Imam), keluarga dan pihak Grab atas keramaian yang terjadi," tutur Istiana.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Imam mengaku peta pada aplikasinya mengalami gangguan alias error saat mengantarkan Istiana. Alhasil, ia salah memilih jalan. Di saat yang sama, penumpang merasa bakal diculik.

"Error map-nya itu. Pertama, saya sudah menanyakan ke mbak (Istiani) bahwa ke arah Dharmawangsa ini, betul atau enggak? Saya pencet lah itu (aplikasi map), keluar di map arahnya ke Tol Kebon Jeruk," ujarnya.

Tak hanya itu, Imam yang berasal dari Brebes, Jawa Tengah, mengaku tak terlalu memahami wilayah Jakarta Selatan. Dia pun memohon maaf atas keributan karena kesalahpahaman antara dengan Istiana.

"Memohon maaf kepada pihak yang terlibat dari pihak Grab maupun pihak Polda Metro Jaya atau Mbak (Istiani) juga atas kesalahpahaman semua ini. Ini juga karena saya belum memahami aplikasi Grab kali ya," tutur dia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan keterangan sopir taksi online itu sudah disampaikan kepada penyidik.

"Keterangan awal si sopir ini memang ada salah, dia (sopir) menekan langsung ke BSD sehingga yang tadinya tujuanya mau ke (Jalan) Gunawarman, langsung arahnya kesana (BSD)," kata dia, di Polda Metro Jaya, Selasa (11/2).

Namun, penyidik masih mendalami keterangan pengemudi online tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus menyebut sang sopir sudah menyampaikan soal kesalahpahaman penumpang.Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus menyebut sang sopir beralasan ada kesalahpahaman penumpang. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
"Sekarang masih kita dalami terus ya, jadi ada asas praduga tak bersalah dulu. Masih dipelajari unsur pidana dan apa yang dipersangkakan," tuturnya.

Sebelumnya, Istiani membagikan pengalaman buruknya saat memesan Grab pada Kamis (6/2). Dia memesan Grabcar menuju dua titik, yaitu kantornya di kawasan Jakarta Selatan, lalu melanjutkan ke titik kedua di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Di tengah perjalanan, Ia curiga pasalnya rute yang diambil driver tidak sesuai dengan tujuan. Penumpang lantas memencet tombol darurat (emergency button) di aplikasi Grab dan melaporkannya ke operator.



(dis/arh)