Cerita Panik Pengguna Nyaris Dibawa Kabur Driver Taksi Online

CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 11:55 WIB
Cerita Panik Pengguna Nyaris Dibawa Kabur Driver Taksi Online Foto ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pengguna Grabcar mengaku nyaris dibawa kabur pengemudi pada tengah pekan lalu.  Beruntung, ia bisa lolos karena pengemudi mobil itu panik saat tahu dirinya memencet tombol darurat (emergency button) di aplikasi grab.

Pengguna berinisial T di akun Instagram itu pun menceritakan kembali pengalaman tersebut lewat instastory di akun instagram. Cerita itu kemudian ramai di media sosial pascaviral, salah satunya diunggah akun instagram dramaojol.id.

Pengalaman buruk  itu berawal pada Kamis (6/2). Ia memesan Grab car menuju ke dua titik yakni kantornya di kawasan Jakarta Selatan, lalu melanjutkan ke titik kedua di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan.


Di tengah perjalanan, Ia mulai curiga pasalnya rute yang diambil driver tidak sejalan dengan tujuannya.

"Di situ feeling gue udah enggak enak, tiba-tiba gue denger kayak suara HT atau mungkin HP atau apalah gue gak tau bunyi, dia terima tuh sambil bisik-bisik dan yang gue denger cuma 'point 1 masuk, masuk 1' pelan banget suaranya, merinding gue langsung dengernya," ujarnya instastory yang tangkapan layarnya diunggah akun dramaojol.id.

Perjalanan yang makin tak searah dengan tujuannya itu membuat T bertambah panik karena masuk ke dalam tol arah Tangerang/Merak. Namun, permintaan itu diabaikan pengemudi seraya beralasan mengikuti layanan peta daring (map).

[Gambas:Instagram]

T lantas mencoba menghubungi rekan prianya, dan membagikan lokasi secara daring (share location). Dia juga memencet tombol darurat pada aplikasi, dan langsung dihubungi operator.

Mendengar itu driver sempat panik, lalu menurunkannya di tepi jalan tol. Sementara itu, T tetap terhubung dengan operator Grab hingga berada di tempat aman, dan dikirimkan armada/satgas.

[Gambas:Video CNN]
Terkait peristiwa tersebut, Public Relations Manager Grab Indonesia Andre Sebastian mengatakan pihaknya telah menangani pengalaman tak mengenakkan yang dialami T tersebut.

"Untuk hal ini sudah ditangani sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang," kata dia pesan tertulis.

Selain itu, sambung Andre, pihaknya langsung menonaktifkan pengemudi tersebut dan melakukan investigasi lebih lanjut.

Sedangkan untuk proses pengusutan kasus, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut hingga pagi tadi belum ada laporan masuk atas kasus tersebut.

"Belum dengar, belum ada," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (10/2).


(khr/kid)