Nadiem Undang PBB dan Perwakilan Asing Pamer Merdeka Belajar

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 12:18 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim yakin pendidikan Indonesia bisa berkembang lebih optimal jika bekerja sama dengan negara lain. Berencana menjalin kerja sama, Mendikbud Nadiem Makarim undang lebih dari 20 perwakilan negara lain (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi Nadiem Makarim berencana melibatkan negara lain untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia. Dia yakin pendidikan Indonesia bisa lebih berkembang jika kerja sama dilakukan dengan pihak lain.

Rencana itu terungkap ketika Nadiem mengundang lebih dari 20 perwakilan negara lain ke kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (14/2). Dalam pertemuan, dia memaparkan rencananya dalam mengembangkan pendidikan untuk lima tahun ke depan.

"Kita ingin membuka partisipasi kemitraan yang besar. Dari sisi regulasi kami mendukung agar kerja sama dapat terimplementasi dengan baik," kata Nadiem melalui keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (13/2).


Dalam pertemuan, Nadiem sempat memamerkan kebijakan Merdeka Belajar yang dia canangkan. Ia mengatakan kebijakan itu dibuat karena siswa perlu lihai dalam beradaptasi supaya bisa jadi sumber daya manusia yang unggul.

"Budaya pendidikan kita harus berubah. Bagaimana cara guru mengajar, bagaimana cara meningkatkan motivasi siswa belajar itu sangat penting untuk diperhatikan," tuturnya.

Nadiem yakin program yang ia buat bisa berjalan baik bila dibarengi kerja sama dengan berbagai pihak. Baik kerja sama di dalam negeri, mau pun di luar negeri.

"Kita semua memiliki visi yang sama untuk bersama-sama mendukung pendidikan yang lebih baik. Indonesia memiliki banyak potensi untuk bisa bermitra. Banyak peluang yang kita bisa jalin bersama," tambahnya lagi.
[Gambas:Video CNN]
Pertemuan Nadiem dengan perwakilan negara lain berupa forum diskusi bertajuk Discussion with Development Partners on Policy Direction and Potential Collaboration.

Perwakilan negara lain yang hadir antara lain, Kedutaan Besar Finlandia, Kedutaan Besar Prancis, Kedutaan Besar Irlandia, Kedutaan Besar Jepang, Kedutaan Besar Norwegia, Kedutaan Besar Singapura, Kedutaan Besar Swedia, dan Kedutaan Besar Republik Korea.

Kemudian Kedutaan Besar Inggris, Kedutaan Besar Jerman, Kepala Deputi Australia untuk Indonesia, Kepala Deputi untuk Netherlands, Kedutaan Besar New Zealand, Konselor China, Kepala Seksi Ekonomi Switzerland, Staf Kemitraan Publik Inggris, Asian Development Bank, Asian Infrastucture Investment Bank, SEAMEO, UNESCO, UNICEF, dan World Bank.
(fey/bmw)