Pengikut Sunda Empire Mundur Diri Massal

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 19:30 WIB
Pengikut Sunda Empire Mundur Diri Massal Dua petinggi Sunda Empire, Nasri dan Ratna Ningrum di Mapolda Jabar, Bandung. (CNNIndonesia/Huyogo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menyebut banyak para pengikut atau anggota kelompok Sunda Empire mengundurkan diri. Mundur diri massal terjadi seiring langkah kepolisian menetapkan tersangka kabar bohong kepada tiga pimpinan Sunda Empire.

"Ya, hampir rata-rata anggotanya mengundurkan diri," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Saptono Erlangga, Jumat (14/2).

Motif dari Sunda Empire, kata dia, menghimpun sebanyak-banyaknya anggota untuk menarik keuntungan. Para calon anggota dibujuk untuk ikut Sunda Empire karena Nasri Bank selaku salah satu petinggi Sunda Empire mengklaim memiliki deposito sebesar USD500 juta.


Klaim atas deposito tersebut berdasarkan sertifikat yang saat ini sedang dicek kebenarannya di Kedutaaan Swiss.
"Salah satu yang menjadi memicu mereka ingin bergabung itu mereka mengharapkan mendapatkan dari yang USD500 juta itu yang disampaikan oleh Nasri Bank," ujar Saptono.

Seperti diketahui kasus ini dimulai setelah Polda Jawa Barat menerima laporan dari tokoh dan budayawan Sunda, Mohamad Ari. Setelah itu polisi langsung memanggil sejumlah orang untuk diminta keterangan.

Dalam kasus Sunda Empire, polisi menetapkan tiga pejabat Sunda Empire yang menjadi tersangka yakni Nasri Bank selaku Perdana Menteri Sunda Empire, Raden Ratna Ningrum selaku Kaisar Sunda Empire, dan Sekretaris Jenderal Sunda Empire Ki Ageng Rangga.

[Gambas:Video CNN]

Ketiganya ditetapkan tersangka lantaran menyebarkan kabar bohong yang menimbulkan keonaran sesuai Pasal 14 dan 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946. Sampai saat ini polisi belum menetapkan tersangka baru atas kasus tersebut.

"Kalau dari kasus ini hanya tiga orang ini saja otaknya. Aktornya tiga orang ini," ucapnya. (hyg/ain)