Polisi Kejar Dokter-dokter Praktik di Klinik Aborsi Paseban

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 23:33 WIB
Polisi Kejar Dokter-dokter Praktik di Klinik Aborsi Paseban Ilustrasi aborsi. (Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menyebut klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban, Jakarta Pusat, digunakan oleh beberapa dokter.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan informasi itu diperoleh dari keterangan tersangka MM alias Dokter A.

"Keterangan yang bersangkutan, ada beberapa dokter yang melakukan aborsi di sini (Klinik Paseban), sementara ini klinik ilegal," kata Yusri di Jakarta Pusat, Jumat (14/2).


Saat ini, kata Yusri, polisi masih mendalami keterangan tersangka dan mencari identitas dokter yang pernah melakukan praktik di klinik tersebut.

Yusri menuturkan tersangka MM juga sudah tak melakukan praktik aborsi selama tiga bulan terakhir lantaran kurang sehat. Alhasil, praktik aborsi dilakukan oleh dokter lain.

"Dia (tersangka MM) kurang sehat, dia menitipkan kepada RM dan juga stafnya untuk aborsi, dia (MM) hanya mendapat upah senilai Rp900 ribu," tuturnya.

Soal lokasi janin hasil aborsi, Yusri menyebut itu biasanya dibuang ke dalam septic tank

"Janin biasa ditemukan di septic tank," ucap Yusri, tanpa merinci bukti pembuangan janin itu.

[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, disampaikan Yusri, rumah yang digunakan sebagai klinik itu merupakan rumah sewaan. Tersangka MM menyewa rumah itu dengan harga Rp175 juta per tahun.

"Dia (tersangka MM) sewa selama tiga tahun dengan harga Rp175 juta per tahun. [Sewa] sudah berjalan 21 bulan," ucap Yusri.

Sebelumnya, polisi membongkar klinik praktik aborsi ilegal yang beralamat di Jalan Paseban, Jakarta Pusat dan meringkus tiga tersangka yakni MM alias Dokter A, RM dan SI.

Klinik tersebut telah beroperasi selama 21 bulan dan berhasil meraup keuntungan hingga Rp5,5 miliar.

Diketahui, klinik aborsi tanpa nama itu sudah menerima 1.632 pasien dan sudah mengugurkan kandungan 903 orang di antaranya.

(dis/arh)