Virus Corona, DPRD Kritik Dinkes DKI Soal Observasi 52 Orang

CNN Indonesia | Sabtu, 15/02/2020 16:55 WIB
DPRD mengkritik kebijakan Dinkes DKI Jakarta soal observasi 52 orang terkait Virus Corona yang dilakukan secara rahasia. DPRD mengkritik Dinkes DKI Jakarta yang tertutup soal observasi 52 orang terkait Virus Corona. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk lebih terbuka terkait data masyarakat yang sedang diobservasi terkait Virus Corona. Permintaan ia ungkapkan menyusul data 52 orang di DKI yang sempat diobservasi oleh pemerintah daerah, tapi baru dibuka ke publik akhir pekan ini.

"Saya juga baru tahu itu datanya. Harusnya data itu berapa yang diperiksa, berapa yang diobservasi, itu dibuka sejak awal dan tidak ditutup-tutupi," kata Iman kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (15/2).

Ia menilai pembukaan data bukan untuk menambah ketakutan masyarakat mengenai virus Corona. Informasi diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran virus tersebut.


"Itu jangan dipandang untuk bikin gaduh. Justru dengan itu kita bisa lebih waspada dong soal penyebaran virus. Nanti kalau disembunyikan datanya tiba-tiba da yang positif, siapa yang mau tanggungjawab?" katanya.

Ke depan, ia meminta Dinas Kesehatan DKI untuk membuka data tersebut ke publik. Bukan hanya itu, ia juga terus melakukan sosialisasi terkait pencegahan tersebut.

Dihubungi dalam kesempatan berbeda, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah mengungkapkan bahwa baru mengetahui data tersebut. Namun ia mendukung langkah Pemprov untuk merahasiakan data tersebut.

Langkah tersebut katanya, bisa menekan disinformasi terkait penyebaran wabah Virus Corona.

"Kadang ramai pemberitaan jadinya. Contohnya flu dan demam mereka merasa Virus Corona, tapi setelah dicek ternyata tidak terjadi. Seperti yang terjadi SARS dulu kan orang jadi banyak yang takut," jelas dia.

[Gambas:Video CNN]
Kendati begitu, ia mengingatkan agar Dinas Kesehatan tetap waspada dalam penyebaran virus tersebut. Ia juga meminta agar komunikasi dengan DPRD tidak terputus terkait perkembangan virus tersebut.

"Supaya kami tahu ke depannya berbuat apa. Tetap sosialisasikan kepada masyarakat dan soal masker juga agar jangan ada lonjakan harga yang signifikan," tutup dia.

Sebelumnya Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat ada 52 orang yang sempat diobservasi tekait Virus Corona. Setelah observasi dua minggu, puluhan orang tersebut dinyatakan negatif dari virus mematikan itu.

Puluhan orang yang diobservasi itu disebut berasal dari Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI). Namun Dinas Kesehatan DKI Jakarta tidak merinci lebih lanjut masing-masing jumlah berdasarkan kewarganegaraan.
(ctr/agt)