Warga Lokal Disebut Rentan Corona, Mahasiswa Asing Sehat

Antara, CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 05:15 WIB
Warga Lokal Disebut Rentan Corona, Mahasiswa Asing Sehat Ilustrasi. Seorang mahasiswa Indonesia yang belajar di provinsi Hubei, China, menyebut virus corona banyak meyerang warga lokal, sementara mahasiswa asing sehat.(Hector RETAMAL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang mahasiswa Indonesia yang sempat belajar di China menyebut virus corona banyak menyerang warga lokal. Sementara mahasiswa asing yang belajar di kota itu disebut dalam kondisi sehat.

Hal ini diungkap Muhammad Lutfhi Madani, mahasiswa Hubei Polytechnic Universitydi kota sumber penyebaran virus corona, Wuhan, China.

Lutfhi mengungkapkan semua mahasiswa asing di asramanya dalam kondisi sehat dan virus banyak menyerang warga lokal. Untuk itulah, Lutfhi sangat bersyukur atas apa yang telah dilaluinya dalam masa-masa sulit di Cina.

"Ada sekitar 100 mahasiswa asing di asrama, Alhamdulillah semuanya sehat sampai saya tinggalkan pulang ke Indonesia," kata dia saat ditemui di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Ahad (16/2).


Hubei Polytechnic University, tempat Lutfi menuntut ilmu, terletak di Huangshi. Kota ini terletak di tenggara Provinsi Hubei dan berjarak sekitar 30 menit dari Kota Wuhan.

"Selama penyebaran virus corona, saya di asrama tetap menjaga kebugaran dengan berolahraga ringan. Kemudian menjaga kebersihan dan minum vitamin serta selalu menggunakan masker," tuturnya.

Lutfi sendiri telah dipulangkan ke kota asalnya, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Lutfhi adalah satu dari tujuh mahasiswa asal Kalimantan Selatan, yang kembali ke Bumi Lambung Mangkurat setelah menjalani masa observasi selama 14 hari di Hanggar Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau.

Dia tercatat mahasiswa semester delapan di Hubei Polytechnic University dengan mengambil Program Studi Ilmu Kedokteran sejak tahun 2016. Berbeda dengan mahasiswa asal Kabupaten Tabalong yang difasilitasi beasiswa, Lutfhi kuliah di Cina atas biaya sendiri.

[Gambas:Video CNN]

"Saya daftar melalui daring (online) dan Alhamdulillah diterima bisa kuliah di Cina," ucap alumni Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus Martapura, Kabupaten Banjar itu.

Kini Lutfhi hanya bisa berdoa agar Cina segera terbebas dari wabah virus corona agar dia bisa kembali untuk melanjutkan studi.

"Setelah lulus nanti, saya ingin mengabdi untuk daerah menerapkan ilmu yang didapat dari Cina," katanya. (eks)