Warga Palembang Dirawat di Ruang Isolasi Corona

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 12:14 WIB
Warga Palembang Dirawat di Ruang Isolasi Corona RS Mohammad Hoesin mengisolasi pasien dengan gejala batuk, mengeluarkan dahak, dan sesak napas.(CNN Indonesia/ Hafidz)
Palembang, CNN Indonesia -- Rumah Sakit Umum Pusat Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Sumatera Selatan merawat seorang warga berinisial TH di ruang isolasi khusus pasien yang terindikasi tertular virus COVID-19 atau virus corona, Senin (17/2) malam. Pasien berinisial TH tersebut diketahui baru saja berkunjung dari Malaysia satu pekan lalu.

Humas RSMH Palembang Ahmad Suhaimi mengatakan, pasien berjenis kelamin laki-laki tersebut sebelumnya dirujuk dari RS RK Charitas Palembang sebelum dirawat di RSMH. Berdasarkan diagnosa, TH mengalami febris atau demam dan suspek penyakit pneumonia. Gejala yang ditunjukkan oleh TH yakni batuk, mengeluarkan dahak, serta sesak napas.

"Pasien memiliki riwayat bepergian ke Malaysia pada 11-15 Februari lalu. Saat ini pasien dirawat di ruang isolasi," ujar Suhaimi, Selasa (19/2).

Petugas medis saat ini masih melakukan perawatan dan observasi terhadap pasien. Tim dokter pun akan mengeceknya di laboratorium untuk memastikan hasil medis pasien tersebut.

"Jadi belum ditentukan suspek corona karena bukan dari daerah endemis corona. Istilah tepatnya pasien dalam pengawasan. Hasil dari labor akan diketahui dua hari lagi," ujar dia.

Selama masa menunggu hasil laboratorium, pasien masih akan dirawat di ruang isolasi untuk proses observasi. Apabila setelah hasil tes laboratorium negatif corona, maka TH diperbolehkan untuk pulang.

"Bila negatif pasien boleh pulang bila keadaannya tidak memerlukan perawatan," kata Suhaimi.

Rutin Berobat ke Malaysia

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini mengatakan TH memiliki riwayat penyakit jantung sehingga harus berobat rutin ke Malaysia.


"Keluarga pasien yang berinisiatif membawa ke rumah sakit karena gejala tersebut, apalagi baru pulang dari Malaysia. Dari keterangan keluarga, pasien memang punya riwayat sakit jantung dan harus selalu kontrol rutin ke Malaysia," kata Lesty.

[Gambas:Video CNN]


Lesty menegaskan pasien tersebut belum ditetapkan sebagai suspek COVID-19 atau corona karena sampel darah pasien masih diteliti di laboratorium. Pihaknya pun melakukan prosedur pengawasan sesuai SOP yang ditetapkan.

"Statusnya kini pasien dalam pengawasan, belum terduga suspek karena bukan dari daerah endemik virus corona," kata dia.





(idz/gil)