Kemenkes Pastikan Pasien di Maluku Negatif Virus Corona

CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 00:26 WIB
Kemenkes Pastikan Pasien di Maluku Negatif Virus Corona Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Maluku, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan menyatakan hasil pemeriksaan sample virus dan spesimen dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan untuk pasien suspect corona, warga Saumlaki, Kepulauan, Tanimbar, Maluku dinyatakan negatif.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Tanimbar, Maluku Edwin Tomasoa mengatakan DN, pria asal Desa Seftana, Tanimbar Selatan, Kepulauan Tanimbar Maluku sempat diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mangreti lantaran diduga mengidap gejala virus Corona. Dia sebelumnya sempat dikarantina di Malaysia.

"Kini, pasien terduga gejala virus corona akhirnya bisa bernafas lega," kata Edwin, saat dikonfirmasi, Selasa (18/2).


Edwin mengatakan pihaknya memastikan mahasiswa yang pernah disolasi di ruangan khusus Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Magretti pada sabtu pekan lalu, kini dinyatakan dalam kondisi sehat.


"Hasilnya sudah keluar, DN tak mengandung gejala virus corona," ujarnya.

Edwin menjelaskan DN sempat mendapat penanganan medis dari dokter umum di rumah sakit Saumlaki selama beberapa hari sambil menunggu uji laboratorium. Hal itu untuk memastikan status DN apakah terinfeksi virus corona selama dua hingga lima hari.

"Senin kemarin baru kita dapat informasi bahwa hasilnya negatif," ujarnya.

Kemenkes Pastikan Pasien di Maluku Negatif Virus CoronaSimulasi penanganan suspect corona di RS Moewardi, Solo. (CNNIndonesia/Rosyid)
Dia mengatakan meskipun pihaknya belum mendapat hasil sample virus dan spesimen secara tertulis, namun pihaknya memastikan pasien negatif tak mengidap virus corona.

DN kuliah di jurusan komunikasi internasional di salah satu kampus di Malaysia. Salah satu teman asrama DN terinfeksi virus corona.


DN dan teman-teman asrama sempat dikarantina oleh pemerintah Malaysia, setelah itu dia diizinkan pulang ke Indonesia.

Dia tiba di Indonesia melalui medan pada 7 Februari lalu, kemudian pulang ke kampung halaman di Saumlaki Maluku. Saat di rumah dia sempat mengeluh sesak napas, batuk dan sakit tulang di bagian belakang.

Tim kesehatan langsung membawa pasien ke RSUD Magreti untuk mendapatkan penanganan. Pasalnya pasien merasa kesakitan mirip seperti gejala virus corona.

31 Orang Diobservasi di Sumsel

Di tempat terpisah, Dinas Kesehatan Sumatera Selatan masih melakukan observasi terhadap 31 orang yang baru melakukan perjalanan dari China. Dari jumlah itu, belum ada satu pun yang menunjukkan gejala tertular virus corona.

Kemenkes Pastikan Pasien di Maluku Negatif Virus CoronaInsert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)
Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri mengatakan 31 orang tersebut terdiri dari 24 mahasiswa, dua tenaga kerja migran, empat tenaga kerja asing, dan satu orang wisatawan. Sebanyak 18 orang menetap di Palembang, tiga di Kabupaten Ogan Komering Ilir, dua di Ogan Ilir, dan satu di Musi Banyuasin.

"Mereka baru saja melakukan perjalanan dari China tapi bukan dari Wuhan Provinsi Hubei. Mereka masih dalam masa observasi yang secara teknis dilakukan oleh Dinkes kabupaten/kota dan dilaporkan ke kita," ujar Yusri, Selasa (18/2).


Dirinya berujar observasi dilakukan minimal hingga 14 hari sejak kedatangan mereka di Sumsel. Selama masa observasi, 31 orang itu diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Mereka disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu di dalam ruangan.

"Mereka setiap harinya akan dicek oleh petugas kesehatan yang datang. Petugas kesehatan di puskesmas terdekat dengan tempat tinggal mereka yang ditugaskan ke rumah mereka. Jika nantinya ditemukan ada gejala yang mengarah ke dugaan virus corona maka akan dapat segera ditindaklanjuti," kata dia.

Sementara terkait satu pasien yang tengah dirawat di ruang isolasi khusus di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, pihaknya terus memantau perkembangannya lewat tim dokter yang bertugas.

Hingga saat ini, kata Yusri, belum ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa pasien berinisial TH tersebut terpapar virus corona.

"Kondisinya terus kita pantau. Hasil lab juga kita tunggu, baru keluar dua hari setelah sampel darah pasien dikirimkan ke laboratorium," ujar dia.

[Gambas:Video CNN] (sai, idz/pmg)