Uang Korupsi Saiful Ilah Diduga Mengalir ke Deltras Sidoarjo

CNN Indonesia | Kamis, 20/02/2020 01:31 WIB
Dugaan muncul usai KPK memeriksa Achmad Amir Aslichin yang merupakan putra Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan pascaoperasi tangkap tangan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/1/2020). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus uang yang diterima Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah, mengalir ke klub sepak bola Deltras Sidoarjo. Hal itu diketahui dari pemeriksaan terhadap anak Saiful, Achmad Amir Aslichin, Rabu (19/2).

"Di mana yang didalami adalah mengenai kegiatannya selama aktif menjadi pengurus perkumpulan sepak bola Deltras Sidoarjo, dari mana sumber pendanaannya, Deltras, dan lain-lain," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu (19/2) malam.


Ali menuturkan uang yang mengalir ke Deltras Sidoarjo memiliki hubungan dengan perkara yang menjerat Saiful, yakni kasus dugaan suap pengadaan proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sidoarjo.


"Jadi, terkait dengan pendanaan yang ada hubungannya dengan sangkaan terkait dengan pemberian dan penerimaan salah satunya adalah Bupati Sidoarjo," katanya.

Sementara itu usai diperiksa penyidik, Amir tidak membantah perihal aliran uang korupsi ayahnya yang mengalir ke klub yang pernah berkancah di liga tertinggi Indonesia itu.

"(Sempat ditanya soal Deltras) ya, salah satunya. Nanti tanya penyidik saja," jawab Amir saat ditanya awak media di Gedung Dwiwarna KPK, Jakarta, Rabu (19/2) malam.


Di sisi lain, Saiful Ilah mengklaim uang yang mengalir ke Deltras Sidoarjo berasal dari Ibnu Ghopur, kontraktor yang mengikuti pengadaan untuk proyek-proyek di Kabupaten Sidoarjo.

"Ini karena gara-gara Pak Ghopur ini bantu Rp300 (juta) untuk Deltras," ujar Saiful.

Dalam perkara pengadaan proyek infrastruktur ini, KPK menetapkan Saiful bersama lima orang lain sebagai tersangka. Penetapan ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) di mana tim lembaga antirasuah itu menyita uang senilai Rp1,8 miliar.

Kelima orang tersebut ialah Ibnu Ghopur; Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan, Sanadjihitu Sangadji; Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum BMSDA, Judi Tetrahastoto; Kepala Dinas PU dan BMSDA, Sunarti Setyaningsih; dan Totok Sumedi (swasta).


[Gambas:Video CNN] (ryn/pmg)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK