Bamsoet Tagih Lagi Motor Boleh Masuk Tol: Mereka Bayar Pajak

CNN Indonesia | Minggu, 23/02/2020 12:50 WIB
Bamsoet Tagih Lagi Motor Boleh Masuk Tol: Mereka Bayar Pajak Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo kembali meminta pemerintah membuka jalan tol untuk pengendara sepeda motor. Hal tersebut diungkapkan Bamsoet di hadapan Wakil Presiden RI Ma'aruf Amin setelah sebelumnya pernah mengungkapkan hal serupa tahun lalu.

Bamsoet mengatakan saran ini pemerintah perlu memerhatikan banyaknya pekerja di Jakarta yang tinggal di kota-kota pinggiran. Bamsoet menyebut kondisi demikian terjadi karena harga properti yang melonjak tinggi di ibu kota.

"Bikers adalah pengguna jalan seperti yang lainnya. Mereka juga bayar pajak. Ikut partisipasi melalui pajak rutin," ujarnya di Komplek DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Minggu (23/2).


Bamsoet mengatakan sudah sepatutnya pengendara sepeda motor mendapatkan hak yang sama dengan pengguna jalan lainnya, seperti kendaraan beroda empat.
Ia pun menilai hal ini sebenarnya sudah cukup mendukung dalam ranah hukum. Menurutnya hal tersebut bisa didukung melalui Peraturan Pemerintah No 44 Tahun 2009 tentang Jalan Tol.

Pada Pasal 38 dalam PP tersebut, diatur bahwa 'jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih'.

Hal ini, kata Bamsoet, sudah berlaku di sejumlah jalan tol seperti di Suramadu yang menghubungkan Surabaya-Madura dan tol Mandara di Bali.

[Gambas:Video CNN]

"Tapi motor gede saya imbau hanya boleh Sabtu dan Minggu. Selebihnya motor kecil, rakyat kita yang belum mampu beli kendaraan roda empat," ucapnya.

Pada tahun lalu, permintaan Bamsoet terkait hal ini belum diindahkan pemerintah. Menteri Perhubungan Budi Karya saat itu mengatakan pihaknya mesti menimbang potensi kecelakaan jika jalan tol dibuka untuk sepeda motor.

"Menurut saya belum urgen. Karena kita harus menimbang antara kebaikan dengan masalahnya," katanya, Selasa (29/1). (fey/ain)