Polisi Ringkus Pelaku dalam Video Bullying Pria Disabilitas

CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 22:30 WIB
Polisi Ringkus Pelaku dalam Video Bullying Pria Disabilitas Ilustrasi Bullying. Polisi meringkus pelaku aksi perundungan pria yang diduga disabilitas dengan cacian bernada SARA, dalam video yang viral di media sosial. (Istockphoto/Serghei Turcanu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polres Metro Jakarta Selatan meringkus seorang pria berinisial RK yang melakukan aksi bullying atau perundungan terhadap seorang pria berkebutuhan khusus.

Rekaman aksi bullying itu diketahui viral di media sosial. Dari video itu, polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya meringkus pelaku.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono mengatakan aksi perisakan itu diketahui terjadi di depan sebuah tempat cuci mobil yang berlokasi di Jalan Bendi Raya, Kebayoran Lama, Minggu (23/2) kemarin.


"Hari Senin jam 13.08 alhamdulillah kami bisa mengamankan pelakunya dan juga korban juga sudah kita bisa mintai keterangan juga saksi-saksi," kata Budi di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/2).

Dijelaskan Budi, aksi bullying itu terjadi saat pelaku melihat korban berinisial AISE berjalan kaki dari arah Pasar Kebayoran Lama menuju rumahnya. Tanpa alasan yang jelas, pelaku langsung mendatangi korban dan melakukan aksi perundungan.


"Langsung mengata-katai korban dengan bahasa yang ujaran kebencian berdasarkan SARA," ucap Budi.

Budi menuturkan korban sempat berusaha kabur, namun justru dikejar oleh pelaku. Bahkan, pelaku sempat memukul kepala korban menggunakan tangan. Setelahnya, korban dibantu oleh orang tuanya yang kebetulan lewat dan dibonceng pulang ke rumah.

Sampai saat ini, kata Budi, pihaknya masih menyelidiki motif atau alasan korban melakukan aksi bullying itu. Sebab, keterangan dari pelaku masih terus berubah-ubah.

Namun, berdasarkan hasil tes urine terhadap pelaku, Budi memastikan aksi bullying itu tidak dilakukan dalam pengaruh alkohol ataupun narkoba.

Rencananya, pelaku juga akan menjalani pemeriksaan kejiwaan. Alasannya, ada dugaan bahwa pelaku memiliki gangguan kejiwaan.

"Kita akan bawa untuk rehabilitasi kejiwaan untuk mengecek apakah ada kelainan atau tidak," ucap Budi.

Di sisi lain, Budi juga menyebut bahwa korban AISE bukan seorang disabilitas seperti yang banyak disebut warganet.

"Kemarin yang sempat beredar bahwa korban adalah disabilitas, ternyata korban tidak disabilitas, dia sarjana ekonomi dan lulusan kuliah," kata Budi.

"Tapi memang mungkin karena kaget dan takut jadi seperti itu perilakunya, tetapi korban tidak sekali lagi bukan disabilitas," lanjutnya.


Atas aksi perundungan, pelaku RK disangkakan Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 16 jo Pasal 4 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Pengapusan Diskriminasi Ras dan Etnis atau Pasal 157 KUHP dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.

Sebelumnya, video aksi bullying terhadap seorang pria diduga disabilitas viral di media sosial. Salah satunya diunggah akun Twitter @black_valley1.

"Abang yang baju hitam ini berkebutuhan khusus, dibuli sama orang yang baju merah, videonya cuman sebentar karena yang merekam harus selamatin abang yang baju hitam, karena mau ditimpuk menggunakan batu, banyak orang di situ tapi enggak mau misahin mereka, yang ada malah teriak habisin ada yang teriak bakar," demikian keterangan dalam unggahan tersebut. (dis/end)