PAN Imbau Publik Tak Perlu Desak Jokowi Reshuffle Kabinet

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 04:27 WIB
PAN Imbau Publik Tak Perlu Desak Jokowi Reshuffle Kabinet Anggota DPR dari Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan persoalan perombakan kabinet alias reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden.

"Saya kira publik juga jangan terlalu intervensi presiden, mendesak presiden untuk reshuffle," ujar Saleh saat ditemui di sela kegiatan Seminar Nasional Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Senin (24/2).


Menurut Saleh, Jokowi pasti selalu melakukan evaluasi atas kinerja para menterinya. Jika para pembantunya itu dirasa sudah berhasil menjalankan tugas dan program kerja sesuai visinya.


"Jika dianggap kurang berhasil dan sebagainya itu urusan presiden. Tapi kalau tidak dianggap perlu ada pergantian, tidak masalah," kata anggota DPR yang terpilih dari Dapil Sumatera Utara II tersebut.

Soal Peluang PAN Gabung Koalisi

Di satu sisi, Saleh menjawab tegas soal dugaan parpolnya bakal bergabung dengan koalisi Jokowi. Saat ini, kata dia, PAN justru sedang menyolidkan kembali kader pasca kongres di mana Zulkifli Hasan (Zulhas) terpilih lagi jadi Ketua Umum.

"Setahu saya belum ada pembicaraan seperti itu. PAN lagi konsolidasi untuk merapikan hasil-hasil kongres," ujarnya.

Saat ditanya lebih lanjut soal kesediaan PAN andai diajak Jokowi merapat ke pemerintahan, Saleh tak menjawab dengan lugas. Ia meminta media menanyakan hal tersebut langsung kepada Zulhas.

"Itu tanya Pak Zulhas, jangan saya. Kita enggak berharap ada seperti itu [diajak gabung koalisi pemerintah]," tutur Saleh.

"Yang kita harapkan presiden sukses menjalankan program-programnya, dan kita siap untuk mengawal itu dalam bentuk dukungan jika benar dan dalam bentuk kritik konstruktif kalau dia salah," sambungnya.

[Gambas:Video CNN]
Persoalan wacana reshuffle kabinet mencuat pada Februari ini terjadi setelah salah satu pegiat sosial mengabarkan salah satu obrolan dengan Jokowi di Istana Bogor. Kicauan di akun twitter @kangdede78 itu ia lontarkan pada 21 Februari lalu.

Namun, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman telah membantah akan ada reshuffle dalam waktu dekat. Jokowi, kata dia, masih memberikan waktu bagi para menteri melakukan sejumlah penyesuaian.

Menurut Fadjroel, Jokowi sadar sebagian menteri mudah beradaptasi, namun tak menampik ada pula yang kesulitan dan perlu waktu. Pun, demikian diungkapkan Menko Polhukam Mahfud MD. Kemarin dia menyatakan tak ada isyarat reshuffle kabinet dari Jokowi.

(dmi/kid)