Sekretaris Ditjen Pencegahan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kemenkes, Achmad Yurianto mengatakan penjemputan 188 WNI di kapal yang semula berada di perairan Johor, Malaysia, itu akan menggunakan KRI Soeharso.
Selanjutnya, kapal tersebut akan berlabuh di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, di mana ratusan WNI itu akan dikarantina dan observasi terkait risiko terinfeksi virus corona (Covid-19).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Achmad menegaskan, pulau Sebaru memiliki cukup fasilitas untuk observasi. Di antaranya itu, pulau yang kini tak berpenghuni tersebut memiliki 166 tempat tidur, dapur, serta air bersih.
Pihaknya juga telah menugaskan dokter spesialis paru, dan spesialis penyakit menular, serta tenaga medis lainnya untuk menangani observasi. Saat ini, berdasarkan informasi, kapal World Dream itu berada di sekitar perairan di luar wilayah Indonesia dekat Pulau Bintan.
Wakil Ketua MPR Minta Jemput WNI Pakai Pesawat
Berlawanan dengan rencana pemerintah menjemput para WNI di kapal pesiar Diamond Princess menggunakan kapal laut, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid berharap itu dilakukan menggunakan pesawat.
Kapal itu saat ini berada di kawasan perairan Jepang.
"Evakuasinya jangan pakai kapal, kita tahu kondisi mereka sangat rentan dari virus corona itu. Kalau pakai kapal, waktunya sekitar seminggu sampai dua minggu," kata Hidayat kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/2).
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu menilai pemerintah harus bergerak cepat melakukan penjemputan. Sebab para WNI itu juga telah mengirim sinyal positif ingin segera dijemput.
Selain itu, menurut dia para WNI berada dalam situasi yang tertekan. Sebab penumpang-penumpang lain telah dijemput negara masing-masing.
"Jadi menurut saya memang harus sesuai kewajiban negara, menyalamatkan warga negaranya, selamatkan mereka," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Hidayat menyatakan masalah karantina bisa dilakukan di Indonesia Seperti saat pemerintah mengarantina 238 orang WNI yang dipulangkan dari daerah pertama wabah virus corona di Wuhan, China.
"Nah tentu harus ada persiapan maksimal, lokasinya, tenaga medisnya, rumah sakitnya, tempat isolasinya, tentu dipersiapkan secara maksimal," ucap dia.
Ada 78 orang WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess yang masih berada di Jepang. Di kapal itu sebelumnya dilakukan karantina karena ada penumpang yang terpapar virus corona.
Sebanyak sembilan WNI di kapal itu dinyatakan terjangkit virus corona. Kementerian Kesehatan menyebut pemerintah sedang menyiapkan rencana pemulangan para WNI.