Kemendagri Jamin Penggantian Dokumen Rusak Akibat Banjir

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 05:21 WIB
Kemendagri Jamin Penggantian Dokumen Rusak Akibat Banjir Direktur Jenderal Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrulloh menjamin sejumlah dokumen kependudukan warga, seperti akta kelahiran, e-KTP hingga kartu keluarga yang rusak atau hilang karena bencana banjir di wilayah Jabodetabek akan segera diganti.

Ia mengaku sudah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Dinas Dukcapil untuk memprioritaskan layanan penggantian dokumen kependudukan bagi warga korban banjir.

"Tolong melakukan pendataan korban banjir, pengungsian untuk penggantian dokumen kependudukan yang hilang dan rusak," kata Zudan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/2).


Zudan menyatakan instruksi tersebut berlaku untuk seluruh kepala dinas dukcapil di seluruh Indonesia yang terdampak bencana banjir.
Tak hanya itu, Zudan turut menginstruksikan seluruh kadis dukcapil untuk 'jemput bola' ke tengah-tengah masyarakat guna melakukan penggantian dokumen kependudukan yang rusak akibat banjir. Salah satu upayanya dengan mendirikan posko-posko Dukcapil di tempat-tempat pengungsian.

"Iya. Terutama bila nanti ada pengungsian lagi," kata Zudan.

Selain itu, Zudan turut meminta kepada seluruh penanggung jawab (PJ) Dukcapil untuk mengawasi dan memonitor di wilayahnya masing-masing. Hal itu bertujuan agar pelayanan penggantian dokumen kependudukan korban banjir dapat berjalan dengan baik.

[Gambas:Video CNN]

"Saya minta teman-teman semua antisipasi banjir di rumah masing-masing, kantor dan unit kita semua," kata dia.

Diketahui, Hujan deras mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin (24/2) malam hingga pagi tadi mengakibatkan sejumlah titik di wilayah tersebut mengalami banjir.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri menyebut sebanyak 200 RW terdampak banjir di sejumlah kawasan di Jakarta. Total terdapat 2.738 RW di Jakarta, sehingga banjir memengaruhi sekitar 10 persen kawasan ibu kota. (rzr/ain)